SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menyebut, tak menutup kemungkinan adanya penambahan belanja pegawai di tahun 2025, akan mengganggu keuangan daerah.
Pasalnya, di tahun 2025 belanja pegawai Pemkot Serang hampir 50 persen dari total APBD Rp1,6 triliun.
Pemkot Serang mengalokasikan anggaran belanja pegawainya atau sebesar hampir Rp700 miliar dalam satu tahun.
“Karena kan tadi skemanya untuk belanja pegawai semakin meningkat. Kecuali kita ada peningkatan dari pendapatan, hanya bisa sedikit menurunkan porsi belanja pegawai yang di atas sudah 30 persen,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Perbendaharaan BPKAD Kota Serang, Yusup Suprapto.
Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan, Pemberhentian, dan Data Informasi pada BKPSDM Kota Serang Hafiz Rahman mengatakan, pada seleksi tahap pertama, terdapat 225 tenaga honorer yang diangkat menjadi PPPK.
Hafiz menjelaskan, dari 2.620 peserta yang mengikuti seleksi, hanya 225 peserta yang akan diangkat menjadi PPPK Penuh Waktu. Sedangkan sisanya, dapat dipastikan mengisi PPPK Paruh Waktu. Artinya, terdapat 2.395 peserta yang akan menempati PPPK Paruh Waktu.
“Sisanya yang tidak masuk dalam kuota 225 setelah seleksi, akan dimasukkan ke dalam mekanisme PPPK Paruh Waktu,” kata Hafiz.
Kemudian, Pemkot Serang juga membuka seleksi PPPK tahap kedua. Pada gelombang kedua ini, Pemkot Serang membuka 225 formasi kembali.
“Untuk gelombang ke dua kami masih membuka 225 formasi, itu persyaratan yang sudah dua tahun berturut-turut mengabdi atau bekerja di OPD tersebut,” kata Hafiz.
Kata Hafiz pihaknya saat ini masih melakukan verifikasi dan validasi data bagi tenaga honorer yang mendaftar di tahap kedua.
“Sekarang masih di tahap pendaftaran sampai dengan tanggal 31 Desember. Sambil berjalan kami pun memverifikasi, memvalidasi data yang sudah masuk,” ujar Hafiz.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Aditya











