SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag) Kota Serang, menyebutkan program Warung Inflasi merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di Kota Serang.
Program ini diinisiasi melalui kerja sama antara Pemkot Serang, PT ABM, dan Bulog, dengan fokus pada pengendalian inflasi dan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Warung inflasi ini dirancang untuk mengintervensi harga pasar, terutama ketika terjadi lonjakan harga yang signifikan. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan para pedagang di pasar agar sebaran bahan pokok murah bisa lebih luas,” ujar Kepala DinkopUKMPerindag Kota Serang, Wahyu Nurjamil, Jumat, 3 Januari 2024.
Pihaknya mengaku, telah melakukan pengawasan ketat terhadap harga bahan pokok. Misalnya, ditemukan harga minyak goreng di pasar yang mencapai Rp18.000 per liter.
Untuk mengatasi hal ini, pemerintah memberikan batasan harga maksimal sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan.
“Kami memberikan surat kepada pedagang agar harga tidak melebihi HET. Dengan begitu, masyarakat bisa mendapatkan harga yang wajar, dan pedagang tetap mendapatkan keuntungan,” jelas Wahyu.
Editor: Bayu Mulyana











