PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Warga Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria berinisial E (30). Korban ditemukan tewas tergantung di pohon petai China pada Sabtu, 4 Januari 2025.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pria tersebut sebelumnya sempat dilaporkan hilang selama tiga hari oleh keluarganya. Penemuan jasad ini sontak membuat warga sekitar heboh dan berbondong-bondong ke lokasi kejadian.
Kapolsek Labuan, Kompol Wahyudi, menjelaskan penemuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh warga bernama Hasan di Kampung Rawayana, Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Sabtu, 4 Januari 2025, sekitar pukul 08.00 WIB.
Kemudian Bhabinkamtibmas melaporkan kembali. Setelah menerima laporan, polisi langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan.
“Setelah dicek, korban sudah dalam posisi gantung diri di kebun milik masyarakat,” ungkap Kompol Wahyudi, pada Sabtu, 4 Januari 2024.
Dari hasil pemeriksaan sementara oleh tim INAFIS dan Puskesmas setempat, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, terdapat luka di sekitar leher yang diakibatkan oleh jeratan tali.
“Secara fisik tidak ada tanda-tanda kekerasan. Luka yang ditemukan hanya di bagian leher karena jeratan tali,” jelas Wahyudi.
Wahyudi menambahkan, pihak keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah. Namun, polisi tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan tidak ada indikasi lain.
“Kami tetap memeriksa fakta-fakta di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya indikasi lain,” katanya.
Menurut keterangan keluarga, korban belakangan terlihat mengalami gangguan mental.
Korban sering melamun, menyendiri, dan tidak mau terbuka kepada keluarga. Bahkan, korban sering pergi tanpa pamit, termasuk sebelum kejadian.
“Pihak keluarga menceritakan almarhum sering melamun, menyendiri, dan pergi tanpa pamit. Dan termasuk kemarin terakhir, ia diketahui pergi sejak hari Jumat sebelum ditemukan,” tutur Wahyudi.
Sementara itu, Hasanudin, warga yang pertama kali menemukan mayat pria tersebut mengaku awalnya mengira korban adalah orang yang ingin melihat jaring burung yang ia pasang. Namun, saat didekati, ia mendapati korban dalam kondisi tergantung.
“Awalnya saya mau pasang jaring burung. Pas pertama nggak lihat, kedua kalinya saya lihat ke sana, dikira orang mau lihat jaring saya. Pas didekati, ternyata sudah tergantung dengan tali di lehernya,” katanya.
Dengan rasa paniknya karena melihat posisi korban dalam keadaan tergantung terikat tali, Hasanudin langsung melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar.
“Saya langsung lari lapor ke warga karena kaget lihat posisinya sudah tergantung,” lanjutnya.
Menurut Hasanudin, korban ditemukan tergantung di pohon dengan ketinggian sekitar 2,5 meter. Kondisi wajah dan tubuh korban sudah membiru saat ditemukan.
“Saat saya lihat, wajahnya sudah membiru. Posisi tubuhnya tergantung di tali,” katanya.
Hasanudin juga mengungkap bahwa ia mengenal korban. Sehari-hari, korban sering membantu kedua orang tuanya bekerja di kebun jagung.
“Iya tahu dia sering bantu orang tuanya di kebun jagung, kadang suka main layangan,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











