PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Banten mendorong pengaturan jadwal keberangkatan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Kabupaten Pandeglang.
Langkah ini bertujuan untuk mencegah aksi balap-balapan di jalan raya, khususnya pada rute Labuan-Kalideres.
Hal itu disampaikan Ketua Organda Banten, H. Emus Mustagfirin saat diwawancarai Radarbanten.co.id di kediamannya di Kabupaten Pandeglang, pada Selasa 28 Januari 2025.
H. Emus Mustagfirin menjelaskan, bahwa bus AKAP yang beroperasi di jalur tersebut meliputi bus Murni, Asli, Murni Putih (MP), dan Arimbi. Menurutnya, pengaturan jadwal keberangkatan diperlukan agar operasional bus lebih tertib.
“Kami melihat dari 2017 ke bawah, bus Murni sering terlibat balap-balapan di jalan. Tapi, Alhamdulillah, perlahan sudah mulai kembali normal. Kalaupun ada kecelakaan, tentu tidak ada pihak yang menginginkannya,” katanya.
Ia menegaskan para sopir sebenarnya tidak mengejar target setoran saat terjadi balapan. Mereka sudah memiliki sistem uang makan yang diberikan secara teratur.
“Jadi bukan karena kejar setoran, sistemnya memang uang makan. Hanya saja, faktor utamanya adalah durasi pemberangkatan yang terlalu dekat,” jelasnya.
Menurutnya, jadwal keberangkatan bus yang terlalu rapat menjadi pemicu utama persaingan tidak sehat di jalan.
“Kalau dalam 5 menit ada 2 hingga 3 bus yang berangkat, otomatis akan terjadi balap-balapan sehingga terjadi persaingan tidak sehat. Makanya, ini yang harus diatur agar lebih tertib, minimal 20 menit baru berangkat,” ujarnya.
Oleh karena itu, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Banten diminta lebih aktif memantau operasional bus yang beroperasi di wilayahnya. Hal ini untuk memastikan keselamatan penumpang dan mencegah aksi ugal-ugalan di jalan.
H. Emus melanjutkan, para sopir harus lebih sadar dalam mencari rezeki dengan tetap mengutamakan keselamatan. Ia mengingatkan agar mereka selalu mengingat tanggung jawab besar yang dipikul, baik terhadap penumpang maupun keluarga yang menanti di rumah.
“Sopir harus ingat, yang dibawa ini banyak nyawa. Termasuk anak istri yang menunggu di rumah. Kalau mereka sadar, insyaallah tidak akan ugal-ugalan di jalan,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar setiap sopir selalu berdoa sebelum berangkat.
“Sebelum jalan, jangan lupa baca basmalah. Dengan begitu, diharapkan mereka lebih berhati-hati dan menghindari hal-hal yang membahayakan di jalan,” tambahnya.
Editor: Bayu Mulyana











