SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang menyayangkan adanya pasar-pasar di Kabupaten Serang yang ditinggal pedagang dan terbengkalai. Kondisi tersebut dinilai mubazir karena tidak sesuai dengan pemanfaatnnya.
Untuk itu, Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang diminta mencari langkah kongkret agar bisa dilakukan optimalisasi sehingga tidak ada lagi pasar-pasar yang terbengkalai.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang, Supiyanto mengaku sangat menyayangkan karena ada pasar-pasar yang dibangun dengan anggaran daerah namun kini kondisinya terbengkalai dan tidak ditempati oleh pedagang.
“Ini belum difungsikan sebagaimana mestinya. Ini kan menggunakan anggaran daerah, bagaimana perencanaannya harusnya dilakukan dengan tepat. Ini jadi perhatian kami,” katanya, Kamis 20 Februari 2025.
Ia mengatakan, seharusnya dalam tahapan pembangunannya harus ada perencanaan yang matang sehingga para pedagang mau menempati pasar. “Seharusnya kan untuk pasar ada di pertengahan ataupun di pinggir kota wilayah itu, kalau misal di Gunung Sari harusnya di cari pusat kota nya di mana,” ujarnya.
Ia mengaku tengah berupaya berkoordinasi dengan Diskoumperindag Kabupaten Serang untuk melakukan optimalisasi terhadap pasar-pasar di Kabupaten Serang sehingga tidak ada lagi pasar yang terbengkalai.
“Kami melihat yang di Gunung Sari ini harus ada relokasi, namun tidak semudah itu, harus ada perencanaan yang tepat, harus juga ada anggarannya. Apalagi sekarang ada efisiensi jadi susah,” ujarnya.
Ia meminta kepada Diskoumperindag memiliki terobosan yang tepat agar tiga pasar yang kini terbengkalai bisa terisi dan tentunya aset-aset yang sudah terbangun mendapatkan perawatan sehingga tidak mengalami kerusakan.
“Kita lihat kondisi di Tunjung teja sekarang seperti apa kondisi lahannya, makanya perlu adanya inovasi sehingga tidak mubazir,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











