TANGERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Osteoporosis atau yang dikenal sebagai “silent disease” sering kali berkembang tanpa gejala hingga terjadi patah tulang.
Dimana, kondisi ini ditandai dengan penurunan kepadatan dan kualitas tulang, sehingga membuat tulang menjadi keropos, rapuh dan rentan patah.
Dokter Spesialis Bedah Tulang Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Ray Hendry mengungkapkan bahwa Osteoporosis terjadi ketika tubuh kesulitan menghasilkan tulang baru untuk menggantikan tulang yang sudah tua.
Biasanya kata dr Ray, ini semakin terasa lantaran seiring bertambahnya usia. Namun faktor lain seperti pola makan yang kurang baik, gaya hidup kurang aktif, dan faktor keturunan bisa memperburuk kondisi tulang kropos.
Tapi jangan khawatir. Di Bethsaida Hospital ada pemeriksaan Bone Mineral Densitometry (BMD) yang bisa mengukur kepadatan tulang untuk mendeteksi dini risiko osteoporosis.
“Jadi, cara terbaik untuk mencegah patah tulang akibat osteoporosis adalah melalui deteksi dini menggunakan pemeriksaan Bone Mineral Densitometry (BMD) yang ada di Bethsaida Hospital Gading Serpong ini,” terangnya, Selasa 25 Februari 2025.
Dikatakan dr Ray, pemeriksaan ini menggunakan teknologi DXA (Dual-energy X-ray Absorptiometry) yang bisa mengukur kepadatan mineral tulang dan mengidentifikasi risiko osteoporosis. Bahkan sebelum terjadi patah tulang hingga 10 tahun kedepan.
“Pemeriksaan BMD ini juga bermanfaat untuk mendeteksi dini osteoporosis dan risiko fraktur atau patah tulang pemantauan pengobatan,”jelasnya.
Selain itu kata dr Ray, BMD ini merupakan alat penting dalam mendiagnosis osteopenia atau mulai melemahnya tulang.
“Dengan hasil yang akurat, kami dapat menentukan langkah-langkah pencegahan atau pengobatannya,” pungkasnya.
Reporter: Mulyadi
Editor: Agung S Pambudi











