LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Berawal dari keinginan untuk membantu perekonomian keluarga, seorang ibu rumah tangga Iyoh (35) warga Kampung Cipasung, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, berhasil mengembangkan usaha keripik pisang coklat yang kini sudah dikenal oleh banyak orang. Usaha ini dimulai setelah Iyoh, memanfaatkan YouTube sebagai sumber pembelajaran untuk mengasah keterampilan memasaknya.
Seperti kebanyakan ibu rumah tangga lainnya, Iyoh menghabiskan waktu luangnya dengan mencari informasi dan hiburan di media sosial. Ia mengungkapkan tak sengaja melihat tutorial di YouTube yang mengajarkan cara membuat keripik pisang coklat. Ia pun tertarik dan mulai mencoba mengikuti langkah-langkah yang diajarkan dalam video tersebut.
“Awalnya, saya hanya ingin mencoba-coba untuk camilan keluarga. Tapi setelah saya coba, ternyata rasanya enak dan teksturnya pas. Saya jadi berpikir, kenapa tidak mencoba untuk membuatnya dalam jumlah lebih banyak dan menjualnya,” ujar Iyoh saat berada di rumahnya, Senin 3 Maret 2025.
Iyoh memulai usaha dengan modal terbatas bukanlah hal yang mudah. Iyoh menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal peralatan dan bahan baku. Namun, berkat ketekunan dan kreativitasnya, ia berhasil menciptakan produk keripik pisang coklat yang memiliki kualitas terbaik.
Dalam proses pembuatannya, Iyoh memilih pisang yang masih segar dan coklat berkualitas tinggi untuk memastikan rasa yang nikmat dan lezat.
“Saya selalu mencoba untuk menjaga kualitas bahan baku. Pisang yang saya pilih harus benar-benar matang sempurna, dan coklatnya harus benar-benar lumer saat dipadukan dengan keripiknya,” terangnya.
Setelah berhasil menemukan resep yang pas dan proses produksi yang baik, Iyoh mulai memasarkan produk keripik pisang coklatnya melalui media sosial. Ia memanfaatkan Facebook dan Instagram untuk memperkenalkan produk kepada teman-teman dan warga sekitar. Tanpa disangka, usaha Iyoh mulai mendapatkan perhatian banyak orang. Pesanan mulai berdatangan, baik dari dalam maupun luar daerah.
“Saya merasa sangat senang melihat usaha yang saya jalani mulai mendapatkan hasil. Pesanan pun semakin banyak, bahkan ada yang pesan untuk acara atau oleh-oleh. Ini membuat saya semakin semangat untuk terus mengembangkan usaha ini,” pungkasnya.
Dalam seminggu Iyoh menghasilkan omzet Rp 500.000 hingga Rp 1.000.000, tergantung banyaknya pesanan yang dimintai oleh konsumen. Satu bungkus keripiknya dihargai Rp 10.000 dan saat ini sudah dipasarkan ke daerah Tangerang, Serang dan Pandeglang.
Editor: Bayu Mulyana











