TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Menteri Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid berencana mengadakan rapat akbar bersama kepala daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak dan Cianjur (Jabodetabekpunjur).
Menurut Nusron, pihaknya akan membahas persoalan banjir yang terjadi di wilayah itu guna mencari solusi pencegahannya di kemudian hari.
Menurut Nusron, persoalan banjir yang terjadi di Jabodetabekpunjur tak bisa dilepaskan dengan tata ruang wilayah, dan hal itu menjadi kewenangan dan tanggung jawab Kementerian ATR/BPN.
“Kami akan adakan rapat segera dengan Gubernur Jakarta, Gubernur Jawa Barat, Gubernur Banten, Bupati Tangerang, Walikota Tangerang, Walikota Tangsel, Bupati Bogor, Walikota Bogor, Bupati Bekasi, Walikota Bekasi, Walikota Depok, dan Bupati Cianjur, untuk penertiban kawasan strategis nasional dalam aspek tata ruangnya,” ujar Nusron di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UNJ), Ciputat, Kota Tangsel, Kamis 6 Maret 2025.
Nusron mengatakan, peristiwa banjir besar yang menerjang wilayah Jakarta, Bekasi, Bogor dan Tangerang Raya saling berkaitan, karena ekosistem kawasan Jabodetabekpunjur tidak bisa lepas dari eksositem tata ruang.
“Ini satu kesatuan. Kejadian banjir di Bogor bisa berdampak terhadap banjir di Jakarta. Sebaliknya, sampah di Jakarta bisa berdampak di Bekasi, nah makanya akan kami tertibkan,” ujar Nusron.
Nusron menegaskan kepada kepala daerah untuk disiplin dalam hal menerbitkan izin tata ruang penggunaan pemanfaatan lahan. “Kalau lahan itu hijau, lahan perkebunan jangan dipakai untuk perumahan dan industri,” tegasnya.
Editor: Abdul Rozak











