LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Nasib miris yang dialami Ibu Sayanah (47) dan Saepudin (60) suaminya yang tinggal di rumah tanpa atap di Kampung Nameng, Desa Sukamanah, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, sungguh sangat menyedihkan.
Diketahui rumah milik Sayanah ambruk pada 23 Januari 2025 lalu. Kondisi sekarang setiap hujan deras, atap rumah yang diganti terpal bocor membuat air masuk ke dalam rumah, memaksa mereka harus bertahan di tengah guyuran hujan.
“Mau gimana lagi, mau pindah juga kemana ya. Jadi memanfaatkan yang ada dulu aja disini,” kata Sayanah kepada Radarbanten.co.id, Sabtu 8 Maret 2025.
Di tengah keterbatasan, Ia kadang takut rumahnya tiba-tiba ambruk karena kondisi dinding sudah rapuh dan retak. “Takut roboh lagi ini kan temboknya udah ini kan (rapuh),” terangnya.
Sementara Saepudin, mengungkapkan alasannya bertahan karena sudah tidak ada tempat mau pindah kemana. Ya takut sih takut, tapi gimana lagi kan. Namanya udah gak ada buat menentu lagi gitu. Udah, bertahan aja,” ujarnya.
Meskipun telah lama hidup dalam keterbatasan, mereka belum menerima bantuan yang memadai untuk memperbaiki kondisi tempat tinggal mereka.
“Udah mau tiga bulan. Dari kejadian itu sampe sekarang tuh belum ada yang kontrol lagi kesini jadi baru ada desa aja. Dari Pemda enggak ada,” ucapnya.
Ia berharap semoga mendapatkan keringanan bantuan dan rumahnya bisa normal kembali. “Ya harapan saya ya mohon aja gitu ya kepada pemerintah. Mohon bantuan ya biar rumah saya kayak dulu lagi layak tempat lagi gitu. Apalagi kan sekarang kan bulan puasa kadang sedih,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











