PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Terminal Kadubanen, Kabupaten Pandeglang, mulai bersiap menghadapi arus mudik Lebaran.
YSejumlah fasilitas dan prasarana telah disiapkan, termasuk memastikan kesiapan armada bus yang akan melayani para pemudik.
Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Terminal Dinas Perhubungan (Dishub) Pandeglang, Suhaedi mengungkapkan pihaknya memastikan Terminal Kadubanen sudah siap baik dari segi fasilitas maupun kendaraan armada untuk menghadapi mudik lebaran Idul Fitri 1446 hijriah.
“Untuk persiapan saya selaku kasi terminal, mengenai kendaraan yang masuk khususnya untuk ke Kabupaten Pandeglang baik rute dari Labuan-Jakarta atau sebaliknya kita sudah siap melayani,” ungkapnya, Selasa 11 Maret 2025.
Ia menyebutkan, berdasarkan informasi dari pengurus bus antarkota antarprovinsi (AKAP), seluruh unit bus dan sopir telah siap beroperasi menghadapi arus mudik Lebaran.
“Kami mendapat informasi dari pengurus AKAP, 100 persen sudah siap menghadapi mudik Lebaran,” ujarnya.
Menurutnya, baik unit bus maupun sopir telah dipastikan siap melayani penumpang selama periode mudik Idul Fitri.
“Kami dapat informasi dari pengurus AKAP, ya 100 persen lah sudah siap,” katanya.
Lebih lanjut, pihaknya menyiapkan berbagai fasilitas untuk kenyamanan pemudik saat arus mudik Lebaran 2025, fasilitas yang tersedia mencakup toilet bersih, ruang khusus untuk ibu menyusui, serta layanan bagi penyandang disabilitas.
Suhaedi memprediksi jumlah pemudik tahun ini akan mengalami lonjakan sekitar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Puncak arus mudik di sini biasanya terjadi dua hari sebelum Lebaran dan dua hari setelah Lebaran. Setelah Lebaran, banyak yang bepergian ke tempat wisata di Kabupaten Pandeglang,” ucapnya.
Dari sisi pengamanan, petugas akan bersiaga di Terminal Kadubanen untuk mengatur kelancaran lalu lintas. Jika terjadi lonjakan kendaraan, pihaknya akan mengoptimalkan kantong-kantong parkir di sekitar terminal.
“Kalau jalan sudah penuh, biasanya arus dari Serang dialihkan ke Terminal Kadubanen, sehingga terjadi penumpukan kendaraan. Bisa sampai 1–2 jam kendaraan tidak bergerak,” jelasnya.
Sebagai solusi, kata Suhaedi, Terminal Kadubanen memiliki area parkir yang cukup luas untuk menampung kendaraan selama arus mudik dan balik Lebaran.
“Karena jalan arus yang ada di Cikole itu terjadi kemacetan, maka dari itu untuk solusinya di sini untuk kantung-kantung parkir cukup luas,” sambungnya.
Sementara itu, salah satu sopir bus Ifan mengaku telah mempersiapkan diri, baik dari segi fisik maupun kondisi kendaraannya.
“Mudah-mudahan mudik tahun ini lebih ramai dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kalau soal kesiapan, kami sudah siap, baik kondisi bus maupun lainnya,” katanya.
Ia berharap peningkatan jumlah pemudik tahun ini dapat membawa dampak positif bagi para pengusaha transportasi dan sopir bus yang melayani rute mudik.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











