PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Aksi dugaan pungutan liar (pungli) kembali mencoreng citra pariwisata Pantai Carita, Pandeglang, Banten. Sebuah video yang viral di media sosial menunjukkan seorang pria berbaju serba hitam meminta uang kepada dua wisatawan yang baru saja melintasi jembatan bambu. Dalam rekaman berdurasi 25 detik yang pertama kali diunggah oleh akun Instagram @pandeglangeksis pada Kamis, 3 April 2025, terdengar seorang pengunjung mengaku diminta uang sebesar Rp 5.000.
“Iya tadi nyebrang, diminta uang Rp 5 ribu,” ucap pengunjung dalam rekaman video.
Praktik pungli ini memicu reaksi keras dari netizen yang menyayangkan hal tersebut. “Astaghfirullah, can angges bae eta masalah jembatan bambu,” komentar akun @nerazzurri1998. “Tahun ke tahun pasti ada pungli kaya gini, memanfaatkan keadaan demi uang wkwk,” ujar akun @intannadilaaaaa.
Meskipun kejadian serupa sudah pernah terjadi pada 2023 dan ditindak oleh aparat kepolisian, praktik pungli yang kembali terjadi di lokasi yang sama mengindikasikan masih ada celah dalam pengawasan yang perlu ditangani lebih serius.
Merespons viralnya video tersebut, Polres Pandeglang langsung mengambil langkah cepat. Kabag Ops Polres Pandeglang, AKP Abdurahman Taufik, menyatakan, “Pungli di Carita terkait jembatan bambu, langkah yang sudah dilaksanakan Polres Pandeglang, kita gercep langsung mengecek ke lokasi dan memburu pelaku pembuat jembatan bambu tersebut oleh satuan Reskrim.”
Tindak tegas juga langsung diberikan oleh Kapolres Pandeglang yang memerintahkan penangkapan dan proses hukum terhadap pelaku. “Ya, perintah langsung dari Pak Kapolres tangkap dan proses pelakunya,” tegas AKP Abdurahman.
Namun, polisi belum dapat memastikan jumlah pelaku yang terlibat. “Sementara untuk jumlah orang atau pelakunya masih dalam lidik,” tambahnya.
Praktik pungli yang berulang ini tidak hanya merugikan wisatawan, tetapi juga mengancam citra pariwisata Pantai Carita yang seharusnya menjadi destinasi unggulan. Polisi berjanji akan terus mengejar pelaku dan memastikan kawasan wisata ini bebas dari pungli yang dapat merusak kenyamanan wisatawan.
Editor : Merwanda











