PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang mewajibkan para siswa untuk menyanyikan lagu-lagu nasional dan melestarikan tradisi lokal daerahnya.
Kebijakan ini terjadi karena derasnya pengaruh teknologi dan budaya asing yang membuat anak muda lebih akrab dengan tren luar ketimbang budaya bangsa sendiri.
Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, mengatakan, pihaknya akan menekankan kepada seluruh kepala sekolah dan guru di Kabupaten Pandeglang untuk memperkuat muatan lokal, serta nilai nasionalisme di lingkungan sekolah.
“Tentu akan kami tekankan kepada para kepala sekolah serta guru yang ada di Kabupaten Pandeglang untuk membudayakan muatan budaya lokal, termasuk lagu nasional yang biasa dinyanyikan saat upacara hari Senin,” kata Iing kepada Radarbanten.co.id, Selasa, 8 April 2025.
Iing menegaskan, seluruh satuan pendidikan di Pandeglang akan diinstruksikan agar lebih menanamkan semangat kebangsaan sejak dini.
Salah satu caranya dengan mewajibkan siswa mendengarkan dan menghafal lagu-lagu kebangsaan serta mengenal budaya lokal Pandeglang.
“Guru-guru juga akan diminta memastikan anak didiknya bisa menghafal lagu-lagu kebangsaan atau lagu nasional,” tegasnya.
Dengan begitu, kata Iing, para pelajar di Pandeglang tidak akan kehilangan jiwa nasionalismenya di tengah arus globalisasi.
Iing juga mengingatkan bahaya penggunaan gadget secara berlebihan pada anak-anak.
Menurutnya, peran orangtua sangat penting dalam mengedukasi dan membatasi waktu bermain gadget.
“Orangtua harus berperan aktif membatasi anaknya bermain gadget. Kalau dibiarkan, ini bisa merusak kesehatan dan wawasan mereka, apalagi dikhawatirkan kaitan dengan Tiktok, Instagram, atau Facebook dan ini harus dihindari, karena itu tadi banyak informasi atau konten negatif yang kemudian dicerna oleh anak didik kita,” sambungnya.
Iing juga menekankan perlunya dukungan dari pihak sekolah. Menurutnya, guru harus turut mengedukasi siswa mengenai dampak buruk dari kecanduan gadget berlebihan.
“Hal ini juga harus dilakukan di sekolah. Guru harus memberikan edukasi agar anak-anak paham bahaya bermain gadget, sehingga mereka bisa lebih terkontrol dalam penggunaannya,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











