LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak mengimbau petani padi untuk mewaspadai terhadap ancaman serangan organisme pangganggu tanaman (OPT). Salah satunya, hama wereng batang cokelat atau ulat penggerek.
Peringatan ini karena potensi hama wereng menyerang tanaman padi cukup besar pada saat cuaca ekstrem seperti saat ini.
Oleh karena itu, petani diminta untuk rutin melakukan pengamatan dan pemeriksaan terhadap tanaman padi.
“Kami telah memerintahkan petugas penyuluh pertanian untuk turun ke lokasi memantau persawahan yang telah ditanami padi,” ujar kepala Distan Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, Kamis, 23 April 2025.
Kata dia, saat ini petani di Lebak sudah melakukan masa penanaman padi kedua. Lantaran itu, pihaknya sudah melayangkan surat edaran kepada petani untuk mewaspadai serangan hama karena potensi serangan hama cukup besar.
“Sejauh ini kami belum mendapat laporan adanya tanaman padi milik petani terserang hama. Karenanya, bila ada tanaman padi yang diserang hama harus segera melaporkan kepada petugas pertanian terdekat untuk dilakukan pengendalian hama,” ucapnya.
Dikatakanya, hampir setiap tahun produksi pangan di Kabupaten Lebak melebihi target pemerintah lima persen.
Tahun lalu, produksi pangan di Kabupaten Lebak rata-rata 6-6,5 ton gabah kering pungut (GKP)/hektare.
“Alhamdulillah, produksi pangan di Lebak setiap tahun surplus dan bisa memberikan kontribusi pangan nasional,” katanya.
Dia menjelaskan, pihaknya akan menerjunkan tim penanggulangan hama penyakit lahan pesawahan (Bridgade) untuk meningkatkan produksi padi dan ketahanan pangan di Kabupaten Lebak.
“Kita telah bentuk tim pembasmi hama. Tim ini nantinya akan bertugas untuk menanggulangi serangan hama di area pesawahan padi,” ujar Rahmat.
Diharapkan dengan keberadaan tim tersebut, angka gagal panen tanaman padi musim tanam bisa ditekan semaksimal mungkin. Sehingga, tim ini mampu mengoptimalisasi produksi padi dan ketahanan pangan di Lebak.
“Tim pembasmi hama ini nantinya bekerja langsung ke lapangan saat menerima laporan adanya serangan hama di area pesawahan dengan dilengkapi sarana dan prasana. Seperti, obat-obatan dan alat pembasmi hama,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











