PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, resmi membentuk Koperasi Desa Merah Putih. Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Bandung diklaim yang pertama di Kabupaten Pandeglang dan Provinsi Banten.
Kopdes Merah Putih dibentuk dalam rangka mendukung program Presiden Prabowo Subianto. Dimana pembentukan Kopdes Merah Putih melalui Inpres Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih.
Kepala Desa Bandung Wahyu Kusnadiharja mengucapkan, rasa syukur alhamdulillah pada 25 April 2025 telah terbentuk Koperasi Desa Merah Putih.
“Pembentukan Kopdes Merah Putih diprakarsai BPD dan perangkat desa melalui Musyawarah Desa Khusus,” katanya di Pendopo Bukit Sinyonya, Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Jumat 25 April 2025.
Musdesus dilakukan dalam rangka pembentukan Koperasi Merah Putih Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang.
“Pengurus Kopdes Merah Putih saat ini telah terbentuk. Selanjutnya temen-temen mempersiapkan pembentukan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga,” katanya.
Ketika sudah selesai menyusun AD ART, dilanjutkan pembuatan badan hukum ke notaris yang difasilitasi Diskoperindag Kabupaten Pandeglang.
“Untuk jumlah pengurus terdiri dari lima orang, tadi sudah terpilih yang pertama itu Ketua, yang selanjutnya wakil ketua bidang keanggotaan, wakil ketua bidang usaha, sekretaris dan bendahara,” jelasnya.
Ketika, ditanya apa yang memotivasi Desa Bandung membentuk Kopdes Merah Putih, Wahyu mengungkapkan, pemerintah desa melaksanakan amanat yang sudah tertuang dalam Instruksi Presiden.
“Terus Pak Presiden Prabowo dan 13 menteri menyampaikan dalam bentuk regulasi kepada kami sehingga memotivasi kami untuk menjalankan apa yang menjadi tujuan pemerintah pusat untuk asta cita dari pak Presiden itu sendiri adalah membangun Indonesia dari pinggiran desa,” jelasnya.
Tentunya, motivasi membentuk Koperasi Merah Putih ini adalah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Melalui koperasi ini potensi-potensi desa yang ada di desa bisa dikembangkan dan bisa diusahakan.
“Sehingga seluruh petani, pekebun, perajin, pembudidaya ikan dapat memasarkan produknya,” katanya.
Editor: Mastur Huda











