LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID-Ratusan warga Desa Jayamanik, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, melakukan aksi penyegelan terhadap kantor PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII Apdeling 3 Bantarjaya, Cisalak Baru.
Latar belakang penyegelan kantor, lantaran pihak perusahaan tidak pernah merealisasikan pembangunan jalan yang rusak parah selama berpuluh-puluh tahun.
Koordinator aksi Rois, menjelaskan, alasan aksi warga Desa Jayamanik menyegel kantor, karena menuntut beberapa poin di antaranya, seperti perbaikan akses jalan utama sepanjang 8 kilometer dengan kwalitas baik (cor beton), legalitas lahan untuk sekolah SMP dan kawasan Pemerintahan Desa Jayamanik, memberikan dana Corporate Social Responsibity (CSR) untuk kepentingan sosial masyarakat di Desa Jayamanik setiap tahun.
“Kami menginginkan cor beton dari jalan utama sepanjang 8 kilometer untuk segera dilakukan perbaikan. Kami akan datang kembali dan mensegel tempat ini sampai tuntutan kami dapat terpenuhi dan diwujudkan,” tegasnya kepada Radarbanten.co.id, Rabu 7 Mei 2025.
Selain itu, Rois juga menyampaikan tuntutanya lainya yakni, pertama itu menuntut kepada pihak PTPN untuk meninjau ulang kegiatan pembangunan yang sudah dilakukan sepanjang 4.300 meter pengerjaannya yang terbilang asal-asalan.
“Kedua kami menginginkan cor beton dari jalan utama sampai ke gunung, yang ke tiga memberikan legalitas kepada pihak sekolah SMP untuk ijin tempat, yang ke empat agar pihak PTPN memberikan izin terkait bahwa pemerintah Desa tidak memiliki kantor Desa yang layak, yang ke lima menurunkan dan memberikan CSR/TJSL kepada masyarakat Jayamanik,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jayamanik, Oji Saputra, mengatakan, aksi demontrasi yang dilakukan warga ini merupakan bentuk kekesalan dan kekecewaan mereka terhadap pihak perusahaan, karena mereka bosan dengan janji-janji yang diberikan, namun hingga saat ini janji tersebut tak pernah terealisasi.
“Jadi masyarakat ini menuntut janji pembagunan jalan yang 2024 kemarin yang sebelumnya telah dibuat kesepakatan bersama pihak perusahaan, Desa dan masyarakat,” terangnya.
Ia menambahkan, jalan yang diharapkan dibangun oleh warga memiliki peran strategis, karena menjadi akses utama untuk aktivitas warga sehari-hari. “Jalan ini sangat penting, akses utama untuk kepasar, ke rumah sakit, semua kesini lewatnya, karena ini jantungnya,” ujarnya.
Reporter : Nurandi
Editor: Agung S Pambudi











