SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Untuk memastikan Terminal Nikomas, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang bersih dari aksi premanisme dan pungutan liar atau pungli, Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak).
Tidak hanya memonitoring Terminal Nikomas, perwira menengah Polri itu juga menyisiri jalan raya Serang Jakarta, mulai Pasar Ciruas hingga Simpang Cikande Asem titik-titik yang biasa dijadikan lokasi ngetem sopir angkot menunggu penumpang.
Salah seorang sopir angkot bernama Jayadi mengaku tidak ada lagi premanisme di Terminal Nikomas. Biasanya, pelaku yang biasa meminta uang kepada sopir dengan alasan uang timer.
“Alhamdulillah pa Kapolres, sudah beberapa hari sejak ada operasi premanisme tidak ada yang ngutip uang timer lagi,” kata Jayadi kemarin.
Pernyataan serupa juga disampaikan Manurung, sopir angkot trayek Cikande – Terminal Pakupatan ini kerap menjadi korban calo. Menurut Pengakuannya, setelah penangkapan para pelaku premanis oleh kepolisian, ia merasa nyaman mencari nafkah.
“Sekarang jadi nyaman cari penumpang, ga ada lagi pungli. Sekarang uang jago dan timer, bisa dipakai buat nambah-nambah setoran. Terimakasih bapak Kapolda dan Kapolres Serang,” kata sopir warga Bumi Ciruas Permai ini.
Manurung berharap operasi pemberantasan premanisme yang digelar jajaran kepolisian perlu diperpanjang lagi. Alasannya, calo dan preman biasanya muncul lagi beberapa hari setelah tidak ada operasi.
“Biasanya kalau tidak ada operasi, calo dan preman pasti muncul lagi, mintain duit. Makanya sopir-sopir angkot nih minta operasi ini terus ada,” ujarnya.
Kapolres AKBP Condro Sasongko menjelaskan bahwa operasi pemberantasan premanisme yang berjalan saat ini merupakan operasi terpusat yang dilakukan serentak sesuai instruksi Kapolri.
“Operasi pemberantasan premanisme terpusat sesuai instruksi Kapolri dan memiliki batasan waktu,” katanya.
Meski demikian, Kapolres mengimbau agar sopir-sopir angkot kompak dan tidak ragu melaporkan jika menemukan segala bentuk pemerasan, intimidasi, atau gangguan yang biasa dilakukan oknum masyarakat atau anggota ormas tertentu.
“Pada dasarnya pemberantasan premanisme terus dilakukan. Sopir angkot jangan takut melaporkan jika menemukan segala bentuk premanisme ataupun pungli. Kami menjamin perlindungan bagi pelapor dan akan menindaklanjuti setiap laporan secara profesional,” tegas alumnus Akpol 2005.
Editor: Mastur Huda











