LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Menjelang Idul Adha 2025, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lebak intensif melakukan pengawasan tergadap hewan kurban yang dijual di lapak-lapak.
Dari ribuan pemeriksaan dan pemantuan hewan kurban di Kabupaten Lebak, terdapat 30 ekor hewan kurban yang dijual kedapatan dalam kondisi sakit.
“Kami terus melakukan pengawasan hewan kurban. Dari 4.473 ekor hewan kurban di 106 lapak, 27 ekor domba orf (infeksi kulit) dan tiga ekor domba sakit mata,” kata Kepala Disnakeswan Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, Rabu, 4 Juni 2025.
Dalam melakukan pemeriksaan terhadap hewan korban, sebut Rahmat, Disnakeswan menerjunkan dokter hewan untuk melakukan pengecekan fisik hewan kurban yang dijualbelikan oleh para pengusaha hewan.
“Tetunya, bila hasil pemeriksaan hewan kurban yang dijualbelikan, kita temukan ada hewan kurban yang tak layak, maka kita meminta kepada penjual untuk memisahkannya dan tidak dijual seperti puluhan ekor hewan kurban yang kita temukan,” ujarnya.
Rahmat mengatakan, kebutuhan hewan kurban untuk Lebaran Idul Adha tahun 2025 mencapai 6.200 ekor, baik sapi, kerbau, dan kambing.
Rinciannya, sapi 1.350 ekor, kerbau 350 ekor, domba 4.300 ekor, dan kambing 200 ekor.
“Kalau lihat trennya (hewan kurban yang disembelih) naik. Untuk tahun ini, kita belum bisa memprediksikan apakah akan naik atau tetap atau mungkin turun. Domba atau kambing biasanya lebih banyak dipilih oleh masyarakat untuk berkorban,” katanya.
Dia mengatakan, untuk kebutuhan ternak sapi biasanya dapat terpenuhi dari Pulau Jawa dan lokal. Sementara, untuk kerbau dipasok dari ternak lokal di Lebak.
“Sementara untuk suplai kambing atau domba berasal dari daerah Cianjur, Sukabumi. Domba dari luar seperti Cianjur itu tetap harus menyertakan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) daerah asal hewan,” jelasnya.
Editor: Agus Priwandono











