CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Salat Dhuha menjadi salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Di balik ibadah yang ringan dan hanya dikerjakan pada waktu pagi ini, tersimpan berbagai keutamaan besar bagi umat Islam yang menjalaninya secara rutin.
Dikutip dari situs resmi Baznas Jawa Barat, terdapat tiga keutamaan utama dari Salat Dhuha yang telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW dalam berbagai hadis.
Tidak hanya memberikan manfaat spiritual, salat ini juga menjadi bagian dari ikhtiar batin umat Islam dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT serta mengundang keberkahan dalam kehidupan.
1. Salat Dhuha pembuka pintu rezeki.
Salat Dhuha dikenal luas sebagai salat memohon rezeki.
Dalam sebuah hadis Qudsi, Rasulullah SAW bersabda:
“Wahai anak Adam, janganlah engkau malas mengerjakan salat empat rakaat di awal siang (salat Dhuha), niscaya akan Aku cukupkan kebutuhanmu hingga sore hari.” (HR Abu Daud)
Janji Allah dalam hadis tersebut memberikan motivasi kuat bagi umat Islam untuk istiqamah menjalankan Salat Dhuha, utamanya dalam situasi ekonomi yang penuh tantangan.
Bagi banyak orang, ini menjadi kekuatan rohani dalam menghadapi tekanan hidup.
2. Penyempurna salat wajib.
Salah satu keutamaan lain dari Salat Dhuha adalah fungsinya sebagai penyempurna dari kekurangan salat wajib.
Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila terdapat kekurangan dalam salat wajibnya, maka Allah berfirman: ‘Perhatikanlah, apakah hamba-Ku mempunyai salat sunah?” Maka sempurnakanlah kekurangan salat wajibnya dengan salat sunahnya.” (HR Ashabus Sunan dari Abu Hurairah RA)
Dengan begitu, Salat Dhuha menjadi bagian dari amal persiapan atau cadangan yang sangat penting untuk bekal di akhirat.
Menjadikan salat sunah sebagai pelengkap salat fardhu merupakan bentuk kesungguhan seorang muslim dalam menjaga kualitas ibadahnya.
3. Perlindungan dari api neraka.
Tidak hanya membuka pintu rezeki dan menyempurnakan salat fardhu, Salat Dhuha juga dipercaya sebagai pelindung dari api neraka.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa melaksanakan salat fajar, kemudian duduk berzikir hingga matahari terbit lalu melaksanakan Salat Dhuha dua rakaat, maka Allah akan mengharamkan api neraka menyentuh tubuhnya.” (HR Al-Baihaqi).
Editor: Agus Priwandono











