SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Banten komitmen mendukung akan pengembangan karya inovasi anak bangsa melalui gelaran Teknologi Tepat Guna (TTG) XIX tingkat Provinsi Banten yang digelar di Gedung Negara Provinsi Banten, Jalan Brigjen KH Syam’un Nomor 5, Kota Serang, Kamis 12 Juni 2025.
TTG itu digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) selama tiga hari yakni hingga tanggal 14 Juni 2025. Gubernur Banten Andra Soni mengaku bangga melihat berbagai inovasi yang sudah dilakukan itu. Hal itu memperlihatkan jika generasi bangsa di Provinsi Banten produktif dan terus menghasilkan berbagai karya.
Namun demikian, lanjutnya, agar berbagai inovasi itu bisa dirasakan oleh masyarakat secara luas dan tepat guna, terlebih dahulu harus dilakukan berbagai pengujian dari mulai pengujian teknis sampai administratif.
“Misalnya harus diurus terlebih dahulu sertifikasinya, Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)-nya sehingga kepemilikan inovasinya benar-benar orisinil dan tidak terjadi persoalan di kemudian hari. Lalu ada juga yang perlu dilakukan uji laboratorium dulu seperti inovasi tempat pembakaran sampah,” kata Andra Soni.
Dikatakan, untuk mendukung semua inovasi yang sudah dilakukan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berkomitmen untuk membantu para inovator untuk melakukan berbagai tahapan itu. Pemerintah akan terus hadir agar apa yang anak-anak lakukan itu benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
“Apalagi ini teknologi yang tepat guna, yang berbiaya murah,” ujarnya.
Andra Soni mencontohkan inovasi alat pendeteksi ikan yang dikembangkan dari Kabupaten Tangerang. Menurut inovator-nya, alat itu dapat meningkatkan tangkapan ikan para nelayan dan itu sudah mereka uji kepada 10 nelayan setempat. Atau alat pembakaran sampah yang menurut inovatornya sudah dilakukan di satu desa dan dapat membakar sekitar 35 ton sampah dalam sebulan.
Inovasi itu jelasnya, tentu sangat berdampak positif dan dibutuhkan masyarakat. Tapi untuk bisa dimanfaatkan lebih luas kan harus ada uji laboratorium dulu, bagaimana nanti emisi dari pembakaran sampah itu, sesuai standar atau tidak. Lalu apakah alat bantu tangkap ikan itu benar-benar dapat meningkatkan hasil tangkap nelayan.
“Semua itu harus diuji dulu, dan pemerintah akan mendukung sampai proses itu benar-benar selesai dan dapat dimanfaatkan secara luas,” pungkasnya.
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Banten Rd Berly Rizki Natakusumah menyebut jika tujuan TTG ini adalah untuk meningkatkan kerjasama serta kemandirian dan meningkatkan jangkauan pemasaran produk unggulan.
“TTG ini juga diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk terus berinovasi sekaligus mempromosikan hasil inovasi yang diharapkan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Tidak berhenti di lomba ini, nantinya DPMD akan mendorong inovasi dari para peserta ini untuk melakukan pengujian, perizinan, HAKI, dan pemasaran produk seperti yang diarahkan oleh Gubernur Banten.
Sehingga inovasi yang dilakukan oleh anak-anak bangsa ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Banten secara luas.
“Insya Allah di bulan Oktober nanti, bertepatan dengan ulang tahun Banten kita akan berikan penghargaan kepada para inovator,” pungkasnya.
Editor : Aas Arbi











