SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Warga Perumahan Banten Indah Permai (BIP), Blok K2, RT 001 RW 009, Kelurahan Warungjaud, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, dihebohkan dengan penemuan pria tewas dalam kondisi mengenaskan, Kamis, 19 Juni 2025.
Korban diketahui bernama Jusran Sihotang (50). Ia ditemukan dalam posisi tengkurap di dalam rumahnya, dengan tubuh bersimbah darah. Peristiwa ini sempat membuat geger warga sekitar dan memunculkan dugaan korban menjadi korban pembunuhan.
Namun hasil penyelidikan polisi membantah dugaan tersebut. Kapolsek Kasemen, Iptu A. Nasihin, memastikan bahwa penyebab kematian Jusran adalah karena serangan jantung. “Berdasarkan keterangan dokter forensik RS Bhayangkara, penyebab kematian karena penyakit, serangan jantung,” ujar Iptu Nasihin, Sabtu 21 Juni 2025.
Ia menjelaskan, darah yang ditemukan di lokasi berasal dari luka akibat benturan saat korban terjatuh. “Luka akibat mengenai lantai saat terjatuh, menurut keterangan dokter Donald Reinaldi,” jelasnya.
Korban pertama kali ditemukan oleh tetangganya, Naziah (28), yang saat itu melintas di depan rumah. Ia melihat Jusran dalam keadaan tengkurap dan tak bergerak, dengan darah mengalir dari tubuhnya. Naziah langsung melaporkan kejadian itu kepada warga lain.
Pihak kepolisian kemudian datang ke lokasi dan memasang garis polisi untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Beberapa barang bukti yang diamankan di lokasi antara lain satu bilah pisau dapur, satu lembar kain lap meja, satu pasang sepatu warna hitam, dan satu unit handphone Android. Meski begitu, polisi menegaskan barang-barang tersebut tidak berkaitan dengan dugaan tindak kriminal.
Sementara itu, sumber Radar Banten di RS Bhayangkara Polda Banten menyebutkan bahwa jasad korban tidak dilakukan autopsi. Hal itu karena keluarga menolak proses tersebut. “Enggak diautopsi, pihak keluarganya menolak,” kata sumber tersebut.
Dengan hasil medis yang menyatakan kematian karena faktor penyakit dan tidak adanya tanda kekerasan, pihak kepolisian memastikan kasus ini murni kematian karena sakit.
Editor: Merwanda











