CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang serba cepat, setiap muslim membutuhkan ruang untuk menenangkan hati dan memperkuat hubungan spiritual.
Salah satu amalan ringan namun sarat makna yang bisa dilakukan di penghujung hari adalah Salat Sunah Maghrib.
Dilansir dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Salat Sunah Maghrib merupakan salah satu shalat sunnah rawatib yang sangat dianjurkan atau muakad.
Salat ini dikerjakan dua rakaat setelah Salat Maghrib, sebagai bentuk penyempurna ibadah dan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Waktu petang, khususnya selepas Maghrib, disebut sebagai waktu mustajab untuk berdoa.
Menurut ulama, pada waktu inilah hati manusia lebih tenang dan terbuka untuk merenung.
Salat Sunah Maghrib menjadi momen tepat untuk menyucikan jiwa dari kesibukan dunia yang menguras energi sepanjang hari.
Rasulullah SAW sendiri senantiasa menjaga salat-salat sunah rawatib secara konsisten.
Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan:
“Antara dua azan (azan dan iqamah) terdapat salat.”
Ini menjadi dasar kuat bahwa Salat Sunah Maghrib memiliki keutamaan besar.
Tidak hanya menyempurnakan kekurangan dalam shalat wajib, amalan ini juga menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat waktu, kesehatan, dan kehidupan yang diberikan oleh Allah SWT.
Sebagaimana dalam sabda Nabi SAW:
“Barang siapa yang shalat dalam sehari semalam dua belas rakaat sunnah, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga.” (HR. Muslim).
Imam Nawawi dalam kitab “Syarah Muslim” menjelaskan, salat sunah muakad memiliki kedudukan tinggi karena sangat dijaga oleh Rasulullah SAW.
Ini menunjukkan pentingnya Salat Sunah Maghrib dalam keseharian umat Islam.
Selain spiritual, manfaat psikologis dari Salat Sunah Maghrib juga nyata. Saat petang, tubuh dan pikiran manusia mulai lelah.
Dua rakaat sunah yang dikerjakan dengan khusyuk bisa menjadi bentuk relaksasi ruhani, menenangkan pikiran, serta menjadi pembuka jalan untuk ibadah malam selanjutnya.
Pelaksanaan salat ini pun sangat mudah. Setelah salat fardu Maghrib, umat muslim cukup meniatkan salat sunnah rawatib ba’diyah Maghrib.
Salat dilakukan dua rakaat dengan bacaan surat pendek setelah Al-Fatihah, tanpa doa khusus. Namun, dianjurkan untuk memperbanyak doa setelahnya.
Agar ibadah ini menjadi kebiasaan harian, diperlukan niat yang kuat dan kesadaran akan keutamaannya.
Lingkungan juga berperan besar. Jika keluarga dan komunitas terbiasa melaksanakannya, maka akan tumbuh semangat kolektif dalam menjaga salat sunah ini.
Salat Sunah Maghrib bisa menjadi budaya ibadah dalam keluarga.
Anak-anak yang terbiasa melihat orang tuanya salat sunah akan tumbuh menjadi pribadi dengan spiritualitas kuat.
Jangan biarkan waktu Maghrib berlalu tanpa makna. Jadikan Salat Sunah Maghrib sebagai bagian dari gaya hidup spiritual sehari-hari.
Dengan itu, ketenangan, keberkahan, dan rahmat Allah SWT akan senantiasa menaungi kehidupan kita.
Editor: Agus Priwandono











