TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Plt Ketua PWI Serang Raya, Engkos Kosasih, resmi terpilih sebagai Ketua Umum PWI Serang Raya periode 2025-2028.
Pemilihan ini berlangsung dalam Konferensi Luar Biasa (KLB) yang digelar di salah satu hotel di Kota Tangerang Selatan, Jumat, 4 Juli 2025. Engkos menjadi satu-satunya calon yang maju, sehingga terpilih secara aklamasi.
KLB PWI Serang Raya ini dihadiri oleh 21 dari total 31 anggota biasa yang memiliki hak suara.
Ketua Steering Committee (SC), Delfion Saputra, menyatakan bahwa Engkos yang menjadi calon tunggal, secara otomatis terpilih secara aklamasi dan ditunjuk sebagai formatur tunggal untuk menyusun jajaran pengurus baru.
“Engkos terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWI Serang Raya sekaligus formatur tunggal kepengurusan,” kata Delfion saat memimpin sidang.
Usai dinyatakan terpilih, Engkos Kosasih mengajak seluruh anggota dan pengurus PWI Serang Raya untuk menjalin kekompakan dan menjaga persatuan demi menjalankan program kerja dengan lebih baik.
“Harus berkolaborasi, kita harus bergotong royong untuk menyukseskan program kerja ke depan, termasuk untuk menyukseskan program-program PWI Banten ke depan,” katanya pada Jumat, 4 Juli 2025.
Engkos menekankan bahwa pers merupakan pilar keempat demokrasi yang memiliki peran penting dalam mengawal pembangunan dan demokrasi, khususnya di Banten.
Peran ini, menurutnya, dapat dijalankan dengan baik jika pers di Banten, khususnya di Serang Raya, memiliki kompetensi yang memadai di bidang jurnalistik. Oleh karena itu, ia menjadikan pengembangan kompetensi anggota PWI Serang Raya sebagai prioritas utama.
“Yang sudah ikut uji kompetensi itu kurang lebih sekitar 32. Artinya masih banyak yang belum mengikuti uji kompetensi. Nah, ini yang menjadi harapan besar kami di Serang Raya agar anggota PWI Serang Raya ini bisa mengikuti uji kompetensi semua, baik yang muda ataupun tingkat madya,” jelasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Engkos berupaya agar pada tahun ini PWI Serang Raya dapat segera mengadakan uji kompetensi bagi para anggotanya.
Perangi Stigma “Wartawan Bodrex”
Engkos secara terbuka mengakui adanya keresahan dan stigma negatif yang muncul akibat praktik oknum wartawan yang tidak profesional, yang membuat citra wartawan buruk di mata publik.
“Saya hanya berupaya menjalankan roda organisasi agar PWI semakin kuat. Tidak bisa dipungkiri, citra wartawan semakin hari menurun. Istilah ‘wartawan Bodrex’ pun muncul dan sangat familiar di lapangan,” ujarnya.
Ia menegaskan, “Akan tetapi sejatinya tidak ada istilah ‘Wartawan Bodrex’ dalam kamus jurnalistik, yang ada hanyalah wartawan kompeten dan tidak kompeten.”
Editor: Aas Arbi











