TANGSEL,RADARBANTEN.CO.ID-Hujan deras yang mengguyur wilayah Tangsel sejak Senin sore 7 Juli 2025, menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah titik.
Berdasarkan laporan resmi BPBD Kota Tangsel, sedikitnya 14 lokasi banjir dan 1 lokasi longsor terjadi hingga pukul 18.35 WIB hari ini.
Waktu kejadian dilaporkan mulai sekitar pukul 15.47 WIB, ditandai meningkatnya intensitas hujan yang disertai meluapnya aliran sungai dan saluran drainase di kawasan Ciputat, Pamulang, dan Pondok Aren.
Berikur Daftar wilayah banjir di 14 Titik:
- Jalan Raya Totitoti Eyang Agung, Serua Indah, Ciputat. Tinggi Muka Air (TMA): ±30 cm
Terdampak: Akses jalan terhambat
Penyebab: Meluapnya aliran Kali Serua - Perumahan Bintaro Indah RW 22, Jombang, Ciputat
TMA: 35–110 cm
Terdampak: Sekitar 200 KK
Penyebab: Hujan deras dan luapan Kali Serua - Perum Bukit Nusa Indah, Serua Indah, Ciputat
TMA: 10–40 cm
Terdampak: 180 KK
Penyebab: Luapan kali dan saluran drainase tersumbat - Perum Pamulang Asri 2 RW 9, Serua Indah
TMA: 15–60 cm
Terdampak: 80 KK - Jl. Alfurqon RT 004 RW 7, Jombang, Ciputat
TMA: 40 cm - Komplek Bea Cukai Cirendeu, Pisangan, Ciputat Timur
TMA: 45 cm - Jl. Bulak Maharta RW 9, Pondok Kacang Timur, Pondok Aren
TMA: 15–40 cm - Kp. Empang Sari RT 004/07, Ciputat
TMA: 50–90 cm
Terdampak: 60 KK
Penyebab: Luapan Kali Kedaung dan penyempitan drainase - Jl. Ganda Sasmita RT 02/09, Serua, Ciputat
TMA: 50 cm - Kp. Masjid RT 05 RW 03, Jombang, Ciputat
TMA: 35–130 cm - Kp. Cilalung RT 05 RW 05, Serua, Ciputat
TMA: 40 cm
Terdampak: 10 KK - Gardenia Estate Blok B5, Ciputat
TMA: 50 cm - Perum Green Hills, Serua, Ciputat
TMA: 60 cm - Gang Wahid RT 11 RW 10, Kedaung, Pamulang
TMA: 30 cm
Terdampak: 20 KK
Longsor di Perumahan Puri Pamulang:
Peristiwa longsor juga terjadi di Perumahan Puri Pamulang, RT 04 RW 09, Kelurahan Bambu Apus, Pamulang. Turap atau tembok penahan tanah setinggi sekitar 10 meter dilaporkan longsor dan ambruk, merusak bagian luar rumah warga dan menyebabkan 16 KK terdampak.
Seorang warga, Uus Supratman (38), menyebut kejadian itu sangat mengejutkan. “Kronologinya seperti ada gempa, dari atas turun, tembok langsung ambruk. Kami langsung keluar, bawa istri dan anak,” ujarnya.
Warga setempat kini mengungsi ke tempat yang lebih aman. Mereka mengaku turap tersebut sudah berdiri selama bertahun-tahun namun belum pernah diperbaiki. Peristiwa ini juga disebut sebagai longsor kedua di kawasan tersebut setelah sebelumnya terjadi insiden serupa di bagian belakang perumahan.
Danton BPBD Kota Tangsel Dian Wiryawan, memastikan pihaknya terus melakukan pemantauan dan penanganan lapangan. Warga diminta tetap waspada dan melapor bila terjadi kenaikan air atau pergerakan tanah susulan.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi











