SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Masyarakat adat disebut memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan di Provinsi Banten. Hal ini pun membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memberikan intervensi khusus.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, pemerintah hadir untuk mendukung dan memperkuat peranan masyarakat adat dalam menjaga ketahanan pangan di Tanah Jawara ini. Salah satunya dengan menyediakan sarana infrastruktur yang mendukung.
Hal itu disampaikan Andra Soni saat menerima kunjungan Pemangku Adat Kasepuhan Cisitu, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak Abah Yoyo Yohenda di Gedung Negara Provinsi Banten, Jl. Brigjen KH Syam’un No. 5, Kota Serang, Selasa 5 Februari 2025.
“Kami yakin desa adat punya kemampuan dan kearifan lokal dalam mendukung ketahanan pangan. Tinggal dukungan pemerintah yang harus diperkuat, khususnya terkait irigasi,” kata Andra.
Untuk memperkuat sarana irigasi, pihaknya akan melakukan komunikasi lintas sektoral baik dengan Pemerintah Pusat maupun kabupaten dan kota. Andra percaya, dengan penguatan infrastruktur, masyarakat adat dapat mengoptimalkan potensi pertaniannya di daerah.
“Fokus pemerintah kini adalah penyediaan infrastruktur irigasi. Mengingat selama ini masyarakat adat masih mengandalkan irigasi swadaya meskipun sumber air di wilayah tersebut cukup besar,” ungkap Andra Soni.
Pemangku Adat Kasepuhan Cisitu, Abah Yoyo berharap bahwa dukungan itu bukan hanya secara lisan saja, namun dengan aksi nyata agar pemerintah mendukung penuh peningkatan produktivitas pertanian di Masyarakat Adat Kasepuhan Cisitu.
Pihaknya mengaku sangat menantikan akan dukungan irigasi di wilayah Adat Kasepuhan Cisitu yang memiliki bentangan sawah seluas 2,500 hektare lebih ini.
“Kami sangat membutuhkan pembangunan dua irigasi, yaitu Irigasi Lebak Randu di Desa Situmulya dan Irigasi Pamatang Kolecer di Desa Kujangsari,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











