LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Puluhan anak di Kampung Kebon Kalapa, Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, rutin mengikuti latihan seni bela diri tradisional pencak silat setiap malam Minggu. Kegiatan ini bertujuan menjauhkan anak-anak dari perilaku negatif sekaligus melestarikan warisan budaya.
Latihan berlangsung di halaman terbuka dengan suasana meriah. Anak-anak dari berbagai usia mengenakan seragam silat dan berlatih di bawah bimbingan pelatih berpengalaman.
Salah satu penggagas kegiatan, Iik, mengatakan ide ini muncul karena keprihatinan terhadap kebiasaan anak-anak yang terlalu banyak bermain gadget.
“Kami khawatir anak-anak menghabiskan waktu hanya di depan layar ponsel atau televisi. Latihan pencak silat ini membuat mereka lebih aktif bergerak dan belajar disiplin,” kata Iik kepada Radar Banten, Minggu (3/8).
Menurut Iik, pencak silat dipilih karena memiliki nilai budaya dan filosofi luhur, seperti kesabaran, rasa hormat, serta semangat pantang menyerah.
“Ini bukan sekadar bela diri, tapi juga membentuk karakter yang kuat,” tambahnya.
Pelatihan ini digelar secara sukarela dan gratis. Para pelatih adalah warga setempat yang pernah aktif di perguruan silat dan ingin berbagi ilmu kepada generasi muda. Antusiasme peserta membuat panitia mempertimbangkan penambahan jadwal latihan.
Eni (13), salah satu peserta yang juga siswi SMP, mengaku senang mengikuti latihan.
“Awalnya ikut karena diajak teman, tapi lama-lama jadi suka. Saya merasa lebih percaya diri dan punya kegiatan positif di akhir pekan,” ujarnya.
Ia menambahkan, suasana latihan menyenangkan karena pelatih sabar dan peserta kompak.
“Kalau waktunya bercanda, kami bercanda. Tapi saat serius, semua fokus,” tutupnya.
Editor: Aas Arbi











