LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Pertnian (Distan) Kabupaten Lebak bersama Pengendali Orgasme Penganggu Tumbuhan (POPT) Distan Banten telah meninjau dan merinci dampak kerusakan sawah yang diserang hama tikus.
Diketahui, sawah tersebut terserang hama tikus pada Rabu 13 Agustus 2025. Tanaman padi yang sudah mendekati masa panen habis dimakan tikus, sehingga para petani terancam gagal panen.
TB Didi Rachmat, POPT Kecamatan Cibadak mengatakan, tanaman padi terdampak berada pada luas tanam 10 hektare. “Umur Tanaman 75- 90 hst (hari setelah tanam). Luas Terserang 0,5 Ha, Intensitas serangan 5 persen dan musuh alami OPMS 0,41 persen,” kata TB Didi kepada RADARBANTEN.CO.ID dalam keteranganya, Minggu 17 Agustus 2025.
Ia menambahkan, langkah selanjutnya akan dilakukan antisipasi agar padi tidak lagi terserang hama tikus. “Kesimpulan dilakukan pengendalian dengan cara pengumpanan berbahan aktif Karbofuran dan sanitasi lingkungan,” pungkasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Rahmat, menyampaikan agar para petani juga selalu berkoordinasi dengan POPT ketika mengalami adanya gangguan hama.
“Kepada para petani juga bisa berkoordinasi dengan Tim POPT Distan Bantsn yang ada di kecamatan masing-masing. Karena yang mereka yang akan melakukan peninjauan,” tutur Rahmat.
Rahmat menambahkan, semoga dampak hama tikus tidak menyerang pada lainnya sehingga petani tetap bisa melanjutkan masa tanam hingg panen. “Semoga padi yang ditanam tetap bisa panen, dan bisa menghasilkan padi untuk para petani,” katanya.
Editor: Abdul Rozak











