SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Buat yang lagi cari tontonan santai tapi tetap bikin senyum-senyum sendiri, film romcom Indonesia dari era tahun 2000-an bisa jadi pilihan tepat.
Periode itu memang jadi salah satu masa keemasan film romantis komedi lokal, di mana kisah cinta sederhana dibalut humor ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Salah satu judul yang paling sering disebut adalah “Ada Apa Dengan Cinta?” (2002). Meski lebih dikenal sebagai drama romantis, film garapan Rudi Soedjarwo ini juga penuh momen jenaka khas anak SMA yang bikin penonton relate sampai sekarang.
Kisah Cinta (Dian Sastrowardoyo) dan Rangga (Nicholas Saputra) jadi ikon pop culture, lengkap dengan dialog-dialog yang masih sering dikutip di media sosial hingga hari ini.
Selain itu, ada juga “Eiffel… I’m in Love” (2003) yang waktu rilisnya sempat bikin remaja-remaja era itu baper maksimal.
Chemistry antara Shandy Aulia dan Samuel Rizal yang penuh tarik-ulur kocak berhasil bikin film ini jadi favorit untuk ditonton bareng sahabat atau pasangan. Soundtrack manisnya juga menambah nuansa nostalgia tersendiri.
Kalau mau nuansa yang lebih ringan, “30 Hari Mencari Cinta” (2004) bisa jadi alternatif.
Film ini menawarkan kisah persahabatan tiga cewek yang berjanji harus punya pacar dalam 30 hari.
Adegan-adegan kocak plus sentuhan romansa bikin film ini timeless, apalagi deretan aktornya —Dinna Olivia, Maria Renata, hingga Nirina Zubir— yang jadi wajah-wajah segar perfilman kala itu.
Menonton film-film ini sekarang bukan cuma soal mengikuti jalan cerita, tapi juga kesempatan untuk mengenang atmosfer Indonesia di awal milenium. Dari gaya berpakaian anak muda sampai gaya bahasa yang khas, semuanya terasa seperti kapsul waktu.
Nostalgia yang Terlihat di Romcom Awal 2000-an:
* Fashion Y2K: jeans low rise, rok mini denim, kemeja kotak-kotak, kaos bertulisan “funny quotes”, hingga cardigan warna pastel.
* Rambut Hits: highlight pirang tipis ala boyband, belah tengah “Rangga look”, sampai poni samping panjang khas cewek SMA.
* Bahasa Gaul: kata-kata seperti “PDKT”, “SKSD”, “BT banget”, “So what gitu loh”, atau “abis deh gue” sering muncul di dialog.
* Teknologi Era Itu: SMS 160 karakter, ringtone polifonik, handphone Nokia seri 3310 & 6600, sampai warnet sebagai tempat nongkrong populer.
* Musik Soundtrack: Sheila On 7, Melly Goeslaw, Radja, Padi—lagu-lagu yang jadi pengiring kisah cinta remaja saat itu.
* Lifestyle Remaja: nonton di bioskop 21, nongkrong di kafe dengan milkshake, atau ngumpul di rumah teman sambil dengar kaset/CD.
Kenapa film-film romcom 2000-an ini layak ditonton ulang? Karena, mereka menghadirkan vibe yang beda dibanding film romcom masa kini.
Ceritanya sederhana, natural, dan sering kali dipadu dengan musik pop era awal 2000-an yang bikin kita auto throwback. Cocok banget jadi teman weekend buat yang kangen masa-masa remaja, atau sekadar pengen tertawa sambil teringat cinta monyet dulu.
Jadi, kalau akhir pekan ini bingung mau nonton apa, coba deh buka lagi DVD lama atau cari di platform streaming. Siapa tahu, senyum-senyum nostalgia bisa jadi moodbooster paling ampuh.
Editor: Agus Priwandono











