PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Banyak jajanan era keemasan yang kembali populer. Beberapa penjual makanan atau minuman klasik ini membuat penampilan kembali bernostalgia
Abah Sahili berkeliling di wilayah Pandeglang untuk menawarkan es serut warna-warni, memicu kenangan bagi para pembelinya.
Meskipun usianya telah memasuki masa senja, masih banyak lansia yang memilih untuk tetap bekerja demi mencukupi kebutuhan hidup mereka.
Abah Sahili, penjual es serut jadul telah menjalani usahanya selama hampir 3 tahun berkeliling di wilayah Pandeglang dengan beragam varian rasa seperti melon, susu, dan lainnya menggunakan sirup Marjan.
“Ya kalau jualan sih keliling di wilayah Pandeglang aja, enggak pernah mangkal. Kalau rasa sih campur yah, ada warna hijau, warna merah gitu pakai sirup Marjan terus dikasih susu,” ungkapnya, Minggu, 9 Juni 2024.
Menurutnya, harga es serut yang dijualnya berada di kisaran Rp 2.000 per satuannya, dengan pembeli mayoritas terdiri dari anak-anak dan kadang-kadang orang dewasa.
“Biasanya anak-anak yang beli, tapi kadang-kadang ada juga orang dewasa yang haus dan pengen beli,” katanya.
Ia mengakui bahwa pendapatannya dari penjualan es serut jadul ini tidak stabil, tergantung dari seberapa banyak yang dibelinya setiap hari.
“Pendapatan harian bergantung pada jumlah pembeli, kadang-kadang bisa mencapai Rp150 ribu, kadang-kadang Rp100 ribu,” tuturnya.
Dengan penuh semangat, Abah Sahili berusaha keras dengan cara berkeliling untuk mencari nafkah. Dia mengatakan bahwa ia menjajakan Es serut dengan cara berjalan kaki dari satu kampung ke kampung lain, kadang-kadang bahkan sampai ke sekolah-sekolah.
Dia berharap agar tradisi jajanan Es serut klasik ini tetap lestari dan penjualannya terus meningkat agar dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Sementara pembeli, Risma mengatakan dirinya mengaku baru pertama kali mencicipi Es serut tempo jadul tersebut, kata Risma untuk rasanya cukup enak dan harganya pun cukup terjangkau.
“Saya baru pertama kali kebetulan nyobain es serut ini, kalau harga sih murah cuman Rp 2 ribu satuannya,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











