SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – AJ alias Miki, SN alias Ipoy dan AR karyawan PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) yang diduga terlibat pengeroyokan terhadap wartawan dan staf Humas Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyerahkan diri. Ketiganya menyerahkan diri setelah sempat dicari polisi.
“Ketiganya menyerahkan diri ke polsek kemarin, sekira pukul jam 04.00 WIB. Sebelum menyerahkan diri,” kata Kasat Reskrim Polres Serang AKP Andi Kurniady, Senin 25 Agustus 2025.
Ketiga pelaku yang menyerahkan diri tersebut saat ini masih dilakukan pemeriksaan. Terkait peran ketiganya akan diungkap pada saat konferensi pers yang direncanakan pada Senin siang hari ini. “Hari ini kita mau konferensi pers,” ungkap mantan anggota Resmob Polda Banten ini.
Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko mengatakan, sebanyak tujuh orang pelaku telah diamankan. Selain AJ alias Miki, SN alias Ipoy dan AR, empat pelaku lain sebelumnya telah ditangkap dan ditahan. Keempat pelaku yang ditahan tersebut berinisial KA, BA, TG dan TR.
Khusus TG dan TR, keduanya merupakan anggota Brimob Polda Banten dan saat ini sedang dipatsus Bidang Propam Polda Banten. Sedangkan KA dan BA, keduanya merupakan satpam PT GRS dan ditahan sejak Jumat 22 Agustus 2025. “Sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan (dua orang satpam-red),” ujarnya.
Keduanya oleh penyidik dijerat dengan Pasal 170 KUH Pidana tentang Pengeroyokan. Keduanya terancam pidana di atas lima tahun. “Untuk sementara kita kenakan Pasal 170 KUH Pidana,” kata mantan Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Banten ini.
Kapolres menjelaskan, keduanya ditangkap tidak lama setelah kejadian. Kasus pengeroyokan tersebut masih dilakukan pengembangan. Sebab, diduga masih ada yang ikut terlibat. “Masih ada pelaku lain yang masih kami kejar. Mereka adalah oknum ormas dan masyarakat sekitar perusahaan. Identitasnya sudah kami kantongi dan masih dalam pengejaran. Insya Allah secepatnya kami tangkap,” katanya.
Ia juga mengatakan, dalam kasus tersebut terdapat korban pengeroyokan. Dari kelima korban tersebut empat diantaranya Humas KLH/BPLH. “Ada 5 korban pengeroyokan, yaitu staf Humas yang didalamnya ada anggota Polri yang diperbantukan di KLH serta satu rekan wartawan,” kata alumnus Akpol 2005 ini.
Sebelum kejadian pengeroyokan tersebut, Kapolres menjelaskan bahwa KLH/BPLH pada Selasa 25 Februari 2025 telah melakukan penindakan dengan menghentikan operasi pabrik. Diduga, pabrik pengelolaan timah tersebut mencemari lingkungan. “Karena perusahaan ini diduga melakukan pencemaran,” katanya.
Kendati telah dilakukan penindakan, pabrik itu diduga kembali beroperasi. Pihak KLH/BPLH yang dipimpin Deputi Gakkum Irjen Pol Rizal Irawan mendatangi lokasi untuk melakukan penutupan. “Mereka kemarin melakukan penutupan (Kementerian Lingkungan Hidup-red), supaya tidak beroperasi,” ujar pria asal Trenggalek, Jawa Timur ini.
Reporter: Fahmi
Editor: Aditya











