PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Menjadi pengurus panti jompo bukan pekerjaan mudah. Hal itu dirasakan Empi, salah satu pengurus di Rumah Singgah Wisma Berkah Panti Nini Aki, Kampung Kadupereng, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang. Setiap hari ia bersama empat rekannya merawat para lansia dengan penuh kesabaran.
Namun, kondisi rumah singgah yang sudah berdiri sejak awal 2000-an ini jauh dari kata layak. Empi mengungkapkan bangunan panti sudah terlihat keropos dan rusak.
“Plafon sudah bolong bisa dilihat, tembok-tembok juga sama. Lemari untuk simpan pakaian juga nggak ada, mesin cuci rusak, dan tikus sering masuk karena bangunannya terbuka,” kata Empi saat ditemui di Rumah Singgah Wisma Berkah, Jumat 29 Agustus 2025.
Selain kondisi bangunan, masalah kesejahteraan pengurus juga menjadi perhatian. Empi mengaku hanya menerima honor Rp470 ribu per bulan. Itu pun sering kali telat cair.
“Kadang 3 sampai 4 bulan baru dikasih. Padahal kerja tiap hari urus kebersihan, masak, jaga malam, sampai rawat nenek-nenek dan kakek di sini, tapi ya dijalani dengan ikhlas,” ujarnya.
Total ada lima pengurus yang bertugas mengurus lima orang lansia yang tinggal di panti tersebut. Empi sendiri sudah mengabdikan diri sejak panti berdiri, sekitar tahun 2003 silam.
Selama lebih dari dua dekade, Empi merasakan suka duka mendampingi para lansia. Menurutnya, hal yang paling membahagiakan adalah ketika bisa bercengkrama dengan penghuni panti atau saat ada kunjungan dari masyarakat maupun pemerintah.
“Kalau ada yang datang berkunjung, walaupun nggak bawa apa-apa, itu sudah bikin kami senang. Rasanya keberadaan kami diakui,” ucapnya.
Namun, ia juga mengaku sering merasa sedih karena minim perhatian dari pihak terkait.
“Harapan kami pemerintah bisa lebih memperhatikan kondisi panti ini, baik bangunan maupun kesejahteraan pengurusnya,” ungkapnya.
Selain lima lansia yang tinggal di panti, para pengurus juga kerap membantu warga lanjut usia di luar panti yang membutuhkan. Namun keterbatasan fasilitas membuat mereka harus memutar otak agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi.
Empi berharap pemerintah daerah bisa memberi perhatian lebih, mulai dari renovasi bangunan, penyediaan sarana kebersihan, hingga peningkatan honor pengurus.
“Ya mudah-mudahan lebih baik kedepannya,” ujarnya.
Perlu diketahui, bahwa Rumah Singgah Wisma Berkah Panti Nini Aki ini merupakan fasilitas milik Pemkab Pandeglang yang dikelola Dinas Sosial (Dinsos) melalui bidang rehabilitasi sosial (Resos).
Rumah singgah ini disiapkan untuk menangani berbagai permasalahan sosial di masyarakat. Fungsinya antara lain sebagai tempat perlindungan bagi korban kekerasan, khususnya anak, serta penanganan masalah sosial lainnya.
Sementara, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang, Wawan Setiawan, menanggapi terkait kondisi rumah singgah lansia yang memprihatinkan karena fasilitas yang belum layak dan kesejahteraan pengurus.
Wawan menjelaskan, anggaran untuk perawatan rumah singgah belum dianggarkan secara khusus pada tahun 2025 ini.
Menurutnya, pemeliharaan bangunan masih tergabung dengan pos anggaran sekretariat Dinsos.
“Kalau pemeliharaan memang belum ada tahun ini. Itu masih nyatu dengan sekretariat di Dinsos, jadi tidak terpisah,” kata Wawan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp.
Meski tidak ada anggaran khusus pemeliharaan, Wawan memastikan kebutuhan konsumsi lansia tetap mendapat perhatian pemerintah daerah.
“Kalau makan ada. Kalau nggak ada kan nggak bisa makan. Jadi konsumsi untuk lansia tetap jalan,” tegasnya.
Namun, Wawan mengaku belum mengetahui secara detail besaran anggaran yang digunakan untuk konsumsi harian para penghuni rumah singgah.
“Secara detail saya kurang hafal, untuk konsumsi makan lansia ada, kalau tidak ada tidak bisa makan mereka, coba bisa ditanyakan ke bidang teknis bu Kabid, untuk sistem makan konsumsi itu ada pihak ketiga,” ujarnya.
Terkait honor pengurus yang hanya sekitar Rp470 ribu per bulan, Wawan menyebut mereka berstatus sebagai tenaga honorer.
“Statusnya sama, kita anggap pegawai Pak. Jadi tetap kita selalu mensupport meski keterbatasan anggaran yang ada, tidak ada masalah terpenuhi semua,” jelasnya.
“Iya kalau kita tidak digaji atuh mereka tidak akan dilayani, enggak masalahnya dimana ada apa? Biar saya koreksi biar saya benahi apa yang menjadi permasalahannya,” sambungnya.
Menurut Wawan, pemerintah daerah akan tetap memberikan perhatian terhadap para pengurus rumah singgah. Namun, peningkatan kesejahteraan mereka harus disesuaikan dengan aturan dan kemampuan anggaran yang tersedia.
“Ya susah kita kan pakai aturan, Pandeglang dengan keterbarbatasan yang ada honor Pandeglang berapa sih, kita sudah ada semua,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi, terutama terkait kondisi bangunan dan kesejahteraan pengurus.
Wawan menambahkan, yang terpenting adalah pelayanan dasar bagi para lansia tetap terpenuhi.
“Kalau kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi, insyaallah tidak ada masalah. Hal-hal teknis nanti kita benahi,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











