CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Konsolidasi sayap pemuda Partai Gerindra di Kota Cilegon semakin solid. Pengurus baru Tunas Indonesia Raya (Tidar) Kota Cilegon langsung tancap gas dengan menggelar kegiatan Tunas 1 dan 2 sebagai langkah awal kaderisasi formal organisasi.
Digelar Sabtu 30 Agustus 2025 di Paradiso Garden, kegiatan ini diikuti sekitar 50 kader muda yang digembleng tidak hanya secara ideologis, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat posisi politik dan sosial Tidar di akar rumput.
Ketua Tidar Kota Cilegon, Tiyandi Mulya, menegaskan bahwa Tunas menjadi fondasi pembentukan kader militan yang siap menyatu dengan perjuangan Partai Gerindra, baik di tingkat nasional maupun daerah.
“Melalui Tunas, kader Tidar tidak hanya dibekali pengetahuan organisasi dan ideologi, tetapi juga ditanamkan semangat pengabdian untuk masyarakat. Tidar Cilegon siap mendukung setiap langkah dan kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Andra Soni, sekaligus berkomitmen melahirkan kader-kader pemimpin masa depan Indonesia,” ujar Tiyandi.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua DPC Partai Gerindra Kota Cilegon sekaligus mantan Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian. Turut hadir Hijaz Mahesa, Ketua PD Tidar Banten, serta jajaran pengurus DPD Gerindra Kota Cilegon, termasuk Hasbi Sidiq sebagai Sekretaris DPD.
Dalam sambutannya, Hijaz Mahesa menekankan pentingnya semangat kaderisasi di daerah sebagai penguat struktur partai secara menyeluruh.
“Kegiatan ini sangat positif dan penting untuk penguatan organisasi. Saya mengapresiasi semangat kader Tidar Cilegon yang sudah memulai langkah kaderisasi dengan serius. Ini menunjukkan bahwa Tidar di daerah benar-benar siap menjadi bagian dari gerakan besar pemuda Indonesia,” ungkap Hijaz.
Sebagai penutup, para peserta mengikuti Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan anggota DPRD Kota Cilegon dari Fraksi Gerindra, Fauzi Desviandy dan Aflahul Aziz, sebagai pembicara. FGD menjadi ruang interaktif kader untuk menyampaikan gagasan, memperkuat nalar politik, serta membahas strategi konkret pengabdian di tingkat lokal.
Editor: Merwanda











