SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang digadang-gadang sebagai penggerak ekonomi desa di Kabupaten Serang mulai berjalan. Namun di balik pencapaian awal 30 koperasi yang sudah terbentuk dan mulai operasional, masih tersimpan persoalan klasik, yaitu kebingungan pengurus dalam menjalankan koperasi secara mandiri.
Plt Ketua Dekopinda Kabupaten Serang, Aditia Angga Permana, mengakui bahwa mayoritas pengurus koperasi masih belum sepenuhnya memahami pola kerja koperasi. Bahkan, sebagian dari mereka masih menunggu bantuan keuangan agar bisa menjalankan usaha.
“Karena masing-masing orang kan pikirannya beda-beda. Kalau ditampung semua dulu mungkin akan lebih susah mengarahkannya. Nah, alhamdulillah kita mulai dari 30 ini dulu dan sudah berjalan. Nanti di tahun depan kita bina koperasi lain lagi secara bertahap, minimal 30,” pungkasnya, Selasa 2 September 2025.
Meski begitu, Dekopinda terus mendorong agar koperasi tidak hanya bergantung pada sembako. Melainkan mampu menggali potensi lokal seperti emping dan produk UMKM lainnya yang bisa dijadikan komoditas unggulan antar-koperasi.
“Emping itu bisa disebarkan ke koperasi yang lainnya atau koperasi pasar yang ada. Jadi di emping dan potensi lainnya kita berupaya untuk membuat lajur distribusi antar koperasi supaya bisa lebih efektif dan juga bisa lebih maksimal,” ujarnya.
Dekopinda juga rutin menggelar kopdar dan diskusi mingguan untuk saling evaluasi dan berbagi pengalaman antar pengurus Kopdes. Wilayah binaan saat ini meliputi Kecamatan Binuang, Bandung, Pamarayan, Ciruas, Pulo Ampel, Anyar, Mancak, Gunung Sari, dan lainnya.
“Kita mengarahkan pola bisnisnya, mengarahkan apa kegiatan-kegiatannya seperti bazar, kita mendukung untuk distribusinya seperti kemarin kita berkolaborasi dengan ASB untuk mendistribusikan 27 titik gerakan pangan nasional,” kata Aditia.
Namun fakta di lapangan menunjukkan, tantangan terbesar bukan pada distribusi barang atau kegiatan bazar, melainkan kesiapan sumber daya manusia koperasi itu sendiri.
“Jadi setiap minggu itu kita ada kopdar evaluasi terus juga saling apa saling bertukar pikiran atau membantu teman-teman yang lain untuk bisa lebih berkembang. Karena kalau potensinya hanya di Sembako kemungkinan kecil kemungkinan untuk bisa lebih mendapatkan omset lebih,” katanya.
Editor : Merwanda











