SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kongres Kebudayaan Kota Serang ke-1 sukses digelar pada Sabtu, 13 September 2025.
Hadir dalam acara tersebut Wali Kota Serang Budi Rustandi, Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kota Serang.
Kehadiran tamu kehormatan, Sultan Banten ke-18 Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja, turut menyemarakkan acara kongres. Ia tampil sederhana dengan batik dan peci hitam, didampingi Panglima Laskar Kesultanan Banten, Haji Astari.
Dalam sambutannya, Wali Kota Budi Rustandi secara khusus menyampaikan terima kasih dan rasa bangga atas kehadiran pada penggiat kebudayaan, seniman, akademsi, dan Sultan Banten.
“Yang sama-sama kita muliakan, kita banggakan, dan kita cintai, alhamdulillah telah hadir di tengah-tengah kita Sultan Banten ke-18 Bapak Ratubagus Hendra Bambang Wisanggeni,” ujarnya.
Ia meyakini kehadiran sultan akan membangkitkan semangat kongres untuk memajukan kebudayaan di Kota Serang.
Menurutnya, kongres ini dapat menjadi forum strategis untuk membicarakan dan menggali serta merumuskan arah pemajuan kebudayaan Kota Serang ke depan.
Kongres kebudayaan Kota Serang, lanjut Budi, memiliki fungsi yang sangat penting menjadi wadah untuk membahas strategi kebudayaan yang relevan, khas, dan kontekstual dengan wilayahnya.
“Dengan melihat situasi, kondisi, dari forum ini kita dapat merumuskan gagasan yang memperkuat jati diri Kota Serang sekaligus memberikan kontribusi bagi arah kebudayaan nasional,” ungkapnya.
“Kongres ini bukan tujuan akhir sebelum kita menyuarakan pokok pikiran kebudayaan Kota Serang yang lebih luas baik di tingkat nasional maupun global,” lanjutnya.
Budi menekankan bahwa kebudayaan bukan sekedar identitas, tetapi pintu menuju masa depan Kota Serang.
“Baru-baru ini Pemkot tampil dalam perhelatan internasional di Tiongkok. Hal ini menjadi peluang untuk kerjasama kebudayaan, pariwisata, UMKM, dan industri,” katanya.
Pada kesempatan kongres, peserta kongres memberikan tanggapan positif atas kehadiran Sultan Banten. Salah satunya adalah seniman musik Purwo Rubiono, yang akrab disapa Cak Wo. Menurutnya, kehadiran Sultan sangat penting untuk memperkuat identitas Kota Serang.
“Pada era kejayaan Kesultanan Banten, seni dan kesenian sangat hidup. Saya kira seharusnya kita bisa mencontoh itu sebagai model untuk diimplementasikan dalam menghidupkan seni dan kebudayaan Kota Serang,” paparnya.
Editor: Mastur Huda











