LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Siswa Kelas II SDN 2 Selaraja di Kampung Sampai Tengah, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Rafardan Ferdian (7), mengalami trauma. Kondisi ini dialaminya setelah pihak sekolah diduga menuduh Rafardan melakukan pemalakan dan mem-bully adik kelasnya.
Informasi yang dihimpun Radarbanten.co.id, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat pagi, 12 September 2025, saat acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di sekolah.
Menurut pengakuan orangtua Rafardan, Nurlita, anaknya dituduh memalak seorang siswi Kelas I SDN tanpa ada bukti yang jelas
“Setiap hari saya menemani anak saya ke sekolah. Mulai dari lapangan, toilet, kantin, selalu saya dampingi. Anak saya mendapat uang jajan Rp 10.000 per hari, jadi tidak mungkin dia memalak,” kata Nurlita, Selasa, 16 September 2025.
Ia menyatakan, selain dituduh memalak dan mem-bully, anaknya juga sempat mendapatkan ancaman dari pihak sekolah.
“Kepala sekolah bilang kalau anak saya melakukan hal itu lagi, katanya ya akan dipenjarakan ke penjara anak kecil. Sekarang anak saya sakit, dari hari Jumat sore panas nyampe sekarang, nyampe detik ini, sampai tidak mengikuti UTS,” jelasnya.
Kepala SDN 2 Selaraja, Oom Komariah, membantah adanya tekanan kepada siswanya.
Ia menyebut, pihaknya hanya melakukan klarifikasi atas laporan yang diterima dari guru dan orangtua siswi kelas I.
“Saya tidak menekan siswa atau orangtua. Kami hanya ingin membentuk karakter siswa menjadi lebih baik. Bahkan pada saat klarifikasi, orangtua kedua belah pihak kami hadirkan,” kata Oom.
Ia menambahkan, pihak sekolah akan melakukan kunjungan rumah (home visit) untuk memastikan kondisi Rafardan, sekaligus menindaklanjuti persoalan tersebut.
“Kami juga masih memantau dan berkoordinasi dengan guru kelas. Ini musyawarah pertama kali terkait kasus ini,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











