SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pengurus Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Banten mengikuti pertemuan konsultasi secara virtual dengan IAD Pusat. Konsultasi virtual ini diikuti oleh pengurus IAD se-Indonesia pada 29 Agustus 2025.
Ketua IAD Wilayah Banten Winda Siswanto mengatakan, pertemuan ini menjadi ajang penting bagi IAD seluruh wilayah dan daerah di Indonesia, karena juga untuk memperkuat koordinasi dalam menjalankan program dan kegiatan organisasi. “Arahan ketua umum (Ketua Umum IAD Pusat Sruningwati Burhanuddin-red) sudah sangat jelas, semua anggota IAD harus menyakan persepsi bahwa dalam kesehariannya harus selalu berpedoman dengan aturan organisasi. Karena keberadaan anggota IAD di manapun akan melekat sebagai keluarga besar Adhyaksa,” kata Winda.
Winda menambahkan, selain berperan sebagai pendamping jaksa, anggota IAD juga diminta fokus pada kegiatan sosial, kemanusian, serta pastisipasi dalam kegiatan Kejaksaan.
“Menjadi bagian dari masyarakat yang peduli sesama. Anggota IAD harus bisa memberi manfaat yang positif di lingkungannya, serta menjaga nama baik organisasi dan Kejaksaan di manapun berada,” ujarnya.
Ketua Pengawas IAD ST Burhanudin juga turut memberikan arahan. Ia meminta anggota IAD mendukung suaminya sebagai insan Adhyaksa dalam tugas.
“Arahan ketua pengawas, anggota IAD tidak hanya sebagai pelengkap, tapi juga harus bisa membangun karakter keluarga yang berintegritas, menerapkan pola hidup sederhana, serta berperan aktif dalam kegiatan sosial. Meningkatkan mutu organisasi untuk memberikan manfaat positif bagi masyarakat serta menjaga martabat Kejaksaan,” tutur Winda.
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten Siswanto menambahkan, IAD memiliki peran strategis di dalam mendukung kinerja dan tugas Kejaksaan. “IAD dan Kejaksaan dua bagian yang tidak bisa terpisahkan. Di balik kesuksesan capain kinerja Kejaksaan, di situ pasti ada peran penting IAD,” ucapnya.
Siswanto juga menghimbau seluruh anggota IAD Wilayah Banten untuk bijak dalam menyikapi perkembangan situasi dan kondisi saat ini. “Jangan terbawa pada hal-hal yang kiranya bisa merusak dan mencoreng nama organisasi. Bijaklah dalam menggunakan media sosial dan hindari perilaku negatif pada pergaulan di tengah-tengah masyarakat,” pesannya. (dre/don)
Reporter : Andre AP
Editor : Agus Priwandono











