TANGSEL,RADARBANTEN.CO.ID-Pemkot Tangsel mengajukan proyeksi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026 sebesar Rp5,2 triliun.
Dari total anggaran tersebut, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menegaskan komitmennya untuk kembali menekan biaya perjalanan dinas, agar APBD lebih efisien dan tepat sasaran.
“Belanja perjalanan dinas sudah jauh berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Untuk 2026, kita tetap lakukan efisiensi supaya anggaran bisa lebih fokus pada pelayanan dasar,” ujar Benyamin, Kamis 25 September 2025.
Benyamin menekankan bahwa arah kebijakan APBD 2026 tetap berpegang pada prinsip mandatory spending, yakni memenuhi kewajiban belanja pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur sesuai aturan perundangan.
Selain itu, Pemkot Tangsel juga memprioritaskan penanganan sampah, bantuan sosial, serta program penguatan daya beli masyarakat untuk menjaga stabilitas inflasi daerah.
Menanggapi isu pemotongan transfer pusat, Benyamin menyatakan pihaknya masih menunggu kepastian angka resmi dari Kementerian Keuangan. Untuk sementara, Pemkot menggunakan asumsi angka APBD 2025 sebagai acuan.
“Kalau pun nanti ada potongan, strategi kita jelas, genjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan lakukan efisiensi belanja. Kita tidak akan menaikkan PBB, tapi lebih pada menajamkan skala prioritas,” tegasnya.
Benyamin berharap pembahasan RAPBD 2026 dengan DPRD Tangsel bisa segera rampung. Ia menekankan bahwa efisiensi belanja dinas adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan tata kelola keuangan yang sehat sekaligus memastikan anggaran daerah benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat luas.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: AGung S Pambudi











