SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 2.016 petani di Kabupaten Serang mendapatkan bantuan jaminan ketenagakerjaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang.
Bantuan tersebut diberikan dalam rangka mewujudkan program swasembada pangan di Kabupaten Serang sekaligus implementasi program ratu tani bahagia yang merupakan program unggulan Pemkab Serang.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, pada tahun ini, pihaknya menyiapkan bantuan berupa pembayaran premi BPJS Ketanagerjaan bagi 2.016 petani di Kabupaten Serang.
Bantuan iuran akan diberikan selama kurang lebih tiga bulan ke depan yakni Bulan Oktober, November dan Desember.
“Saya sampaikan karena kita hanya bisa memberikan subsidi 3 bulan pertama, maka saya minta ke para petani untuk melanjutkan iuran atau pembayaran,” katanya, Kamis 6 November 2025.
Ia mengatakan, program tersebut sangat penting karena ada, babyak manfaat yang besar ketika para petani menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan.
Sehingga ketika ada kecelakaan kerja nantinya bisa diklaim baik untuk biaya pengobatan maupun santunan kematian. Bahkan, anak-anak yang ditinggalkan mendapatkan bantuan beasiswa pendidikan hingga sarjana.
Ratu Zakiyah yakin, dengan adanya program tersebut sebagai implementasi program ratu tani bahagia untuk mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Serang.
“Kami selaku pemerintah daerah mendukung kegiatan ini dalam rangka meningkatkan swasembada pangan yang merupakan program dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Ia mengatakan, meskipun bersifat stimulan selama tiga bulan, dirimya percaya bahwa para petani di Kabupaten Serang akan melanjutkan pembayaran premi secara mandiri ke depannya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Suharjo mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap calon penerima program BPJS ketenagakerjaan. Di tahap pertama, pihaknya menyasar pada para ketua kelompok tani.
“Dari jumlah kelompok tani 2.138 setelah kita seleksi ada yang sudah daftar mandiri, ternyata ada yang sudah meninggal, ada yang enggak aktif itu hanya sekitar 2.016 ini yang kita fasilitasi,” ujarnya.
Ia mengatakan, pihaknya mengeluarkan anggaran untuk program tersebut sebesar Rp101 juta untuk tiga bulan.
“Dari bulan Oktober sampai Desember, nanti di bulan Januari mereka bayar mandiri, jadi kalau tidak membayar sendiri akan hilang, jadi mubazir,” ujarnya.
Ia mengatakan, ada sebanyak 16 ribu petani di Kabupaten Serang. Ia berharap agar nantinya seluruh petani bisa tercover oleh BPJS Ketenagakerjaan.
“Mungkin nanti tahap ke dua akan menyasar pada pengurus inti Gapoktan, baru setelah itu ke seluruh petani di Kabupaten Serang,” pungkasnya.
Editor Daru Pamungkas











