PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Setiap pagi, sejumlah siswa SDN Cikadongdong 2 di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, harus mempertaruhkan keselamatan hanya untuk bisa sampai ke sekolah. Mereka menyeberangi jembatan darurat dari bambu yang kondisinya nyaris ambruk.
Akses itu jadi satu-satunya jalan menuju sekolah setelah jembatan utama di wilayah tersebut amblas ke dasar sungai dan belum diperbaiki hingga kini.
Dalam sebuah video yang beredar dan diterima RADARBANTEN.CO.ID, para siswa meniti jembatan bambu sempit sambil berpegangan dengan hati-hati. Arus sungai mengalir deras di bawahnya.
Sedikit saja terpeleset, mereka bisa jatuh ke dalam sungai.
Meski penuh risiko, tak ada pilihan lain bagi mereka selain melintasi jembatan itu setiap hari.
Kondisi tersebut ternyata sudah berlangsung puluhan tahun. Warga setempat menyebut jembatan itu tidak pernah tersentuh perbaikan selama sekitar 40 tahun, meski permohonan pembangunan telah berkali-kali diajukan ke pemerintah.
Salah satu siswa, Alif, mengaku selalu merasa takut setiap kali harus menyeberang, apalagi saat musim hujan tiba.
“Takut jatuh, tapi kalau enggak lewat sini, enggak bisa ke sekolah. Kalau musim hujan airnya tinggi banget,” kata Alif, Rabu, 12 November 2025.
Ia berharap, pemerintah segera membangun jembatan permanen agar para siswa bisa berangkat sekolah tanpa rasa khawatir.
“Saya ingin jembatannya diperbaiki biar bisa sekolah dengan tenang dan nggak takut lagi,” ujarnya.
Kepala Desa Cikadongdong, Teti Sumiati, mengatakan bahwa pihaknya sudah berulang kali mengusulkan pembangunan jembatan tersebut melalui berbagai jalur resmi, mulai dari Musrenbang tingkat desa hingga kecamatan, bahkan pengajuan langsung ke Dinas PUPR Pandeglang dan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3). Namun, hingga kini belum ada realisasi.
“Jembatan itu rusak sudah sekitar 40 tahun. Kami hampir tiap tahun ajukan perbaikan lewat Musrenbang Dldesa, Musrenbang kecamatan, dan juga proposal ke PUPR, tapi belum ada tindak lanjut,” katanya.
Menurutnya, jembatan bambu itu kini hanya bertahan berkat perbaikan swadaya warga. Ia khawatir, kondisi ini bisa memakan korban jika tak segera diperbaiki.
“Yang paling kami khawatirkan itu anak-anak sekolah. Mereka tiap hari lewat situ. Kami minta pemerintah segera bangun jembatan yang layak demi keselamatan warga,” tegasnya.
Warga Desa Cikadongdong kini berharap, pemerintah daerah turun tangan memperbaiki jembatan agar anak-anak bisa menuntut ilmu tanpa harus mempertaruhkan nyawa setiap hari.
Editor: Agus Priwandono











