SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – DPRD Banten mendesak Pemerintah Provinsi Banten untuk memperkuat mitigasi bencana, mengingat wilayah Banten termasuk daerah dengan tingkat kerawanan tinggi. Peringatan ini muncul seiring meningkatnya intensitas hujan serta rentetan bencana hidrometeorologi yang terjadi di berbagai daerah, termasuk bencana besar di Sumatera dan Aceh dalam beberapa pekan terakhir.
Anggota Komisi IV DPRD Banten sekaligus Ketua Fraksi NasDem, Wawan Suhada, menegaskan bahwa kejadian tersebut harus menjadi alarm bagi Pemprov Banten untuk memperkuat kesiapsiagaan, baik dari sisi pemerintah maupun masyarakat.
“Melihat bencana alam di Sumatera dan Aceh, kita harus waspada. Banten juga memiliki potensi risiko yang tinggi, sehingga mitigasi bencana harus diperkuat, baik dari sisi kesiapan pemerintah maupun edukasi kepada masyarakat,” kata Wawan, Kamis 4 Desember 2025.
Ia menekankan bahwa mitigasi tidak boleh hanya berfokus pada respons cepat ketika bencana terjadi. Upaya pencegahan melalui penguatan tata ruang, perlindungan lingkungan, serta pengawasan terhadap aktivitas yang merusak ekosistem jauh lebih penting.
“Kita perlu mempertegas perlindungan kawasan hutan dari aktivitas penebangan maupun tambang ilegal. Jika hutan rusak dan daerah resapan air hilang, risiko longsor dan banjir akan semakin besar. Kelestarian lingkungan adalah benteng pertama mitigasi bencana,” tegasnya.
Wawan menyebut kerusakan lingkungan di hulu dan berkurangnya daerah resapan air menjadi penyebab meningkatnya banjir di wilayah perkotaan. Karena itu, ia meminta pemerintah memperketat pengendalian tata ruang, khususnya di daerah rawan banjir seperti Serang, Tangerang Raya, dan Pandeglang.
Ia berharap Pemprov Banten menindaklanjuti peringatan ini dengan langkah-langkah konkret untuk mencegah jatuhnya korban dan kerusakan lingkungan akibat bencana.***











