LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – PAD pasar Kabupaten Lebak menunjukkan kontribusi signifikan. Sektor pasar tradisional mencatat pendapatan asli daerah (PAD) hingga Rp10 miliar.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mencatat capaian tersebut melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Pendapatan berasal dari pengelolaan pasar tradisional di sejumlah wilayah.
Total PAD tersebut berasal dari 13 pasar. Namun, terdapat 10 pasar yang aktif menjadi penyumbang utama PAD daerah.
Pasar Rangkasbitung mencatat kontribusi terbesar. PAD dari pasar ini mencapai Rp1.923.704.750.
Selanjutnya, Pasar Sampay menyumbang Rp488.762.500. Pasar Binuangeun berada di urutan berikutnya dengan PAD Rp382.965.000.
Kontribusi juga datang dari Pasar Bayah sebesar Rp202.740.000. Pasar Maja menyumbang Rp201.839.600.
Selain itu, Pasar Cikotok mencatat PAD Rp115.785.000. Pasar Muncang memberikan kontribusi Rp127.540.000.
Beberapa pasar lain turut menopang PAD daerah. Pasar Banjarsari menyumbang Rp69.660.000. Pasar Citeras menyumbang Rp72.450.000.
Kemudian, Pasar Cikulur mencatat PAD Rp66.630.000. Pasar Malingping menyumbang Rp53.820.000. Pasar Cilograng berkontribusi Rp36.575.000.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Lebak, Yani, menjelaskan sumber pendapatan tersebut. Ia menyebut PAD berasal dari pengelolaan pasar yang terus dioptimalkan.
Menurutnya, sektor pasar masih menjadi tulang punggung pendapatan daerah. Pengelolaan yang konsisten memberi dampak nyata terhadap PAD.
“Sektor pasar masih sangat potensial. Dari total PAD ini diharapkan bisa mendukung pembangunan daerah,” ujar Yani, Kamis, 18 Desember 2025.
Ia berharap kontribusi pasar terus meningkat. Peningkatan itu diharapkan berdampak pada pelayanan publik dan fasilitas pasar.
“PAD ini harus kembali ke masyarakat. Perbaikannya bisa berupa peningkatan layanan dan sarana pasar,” tambahnya.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Halson Nainggolan, menekankan pentingnya pengelolaan profesional. Ia menilai potensi pasar belum tergarap maksimal.
Menurut Halson, potensi pasar tidak hanya berasal dari retribusi pedagang. Sektor parkir dan pengelolaan sampah juga menyimpan peluang besar.
“Kalau melihat potensinya, perputaran uang di pasar sangat besar. Ada parkir, pedagang, dan aktivitas lainnya,” ujarnya.
Ia berharap PAD pasar Kabupaten Lebak ke depan jauh lebih besar. Pemerintah daerah mendorong optimalisasi seluruh potensi yang ada.
Reporter: Nurandi
Editor: Aas Arbi











