CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mulai melakukan perapihan eks Gedung Matahari Lama yang telah hampir satu dekade terbengkalai dan tidak dimanfaatkan.
Pembersihan dilakukan secara bertahap, mulai dari pengangkatan puing dan sampah, penertiban pedagang, hingga pengurasan air yang merendam basement gedung.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putra, meninjau langsung proses bersih-bersih Gedung Matahari Lama pada Kamis 8 Januari 2025.
Ia mengatakan, perapihan ini merupakan langkah awal Pemkot untuk mengembalikan fungsi aset daerah yang selama ini terbengkalai.
“Ini perapihan. Selama ini kita ketahui bersama, Gedung Matahari Lama sudah hampir 10 tahun tidak dioperasionalkan atau dimanfaatkan,” kata Aziz di sela peninjauan.
Aziz mengungkapkan, rencana pembersihan Gedung Matahari Lama telah ia sampaikan kepada Wali Kota Cilegon dalam rapat dinas.
Pemkot, kata dia, sepakat untuk membersihkan gedung tersebut sebagai langkah awal sebelum menentukan pemanfaatan selanjutnya.
“Saya sudah sampaikan ke Pak Wali dalam rapat dinas, bahwa Gedung Matahari Lama ini akan kita bersihkan,” ujarnya.
Dalam proses perapihan, Pemkot Cilegon melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BPBD, Satpol PP, kecamatan setempat, hingga Dinas Perhubungan.
“Kita libatkan beberapa OPD terkait. Ini kolaborasi bersama untuk membersihkan dan merapikan Gedung Matahari Lama,” jelas Aziz.
Ia menegaskan, kegiatan pembersihan ini tidak menggunakan anggaran khusus. OPD terkait memanfaatkan armada, alat, dan tenaga yang dimiliki setelah menyelesaikan pekerjaan rutin masing-masing.
“Ini tidak menggunakan anggaran. Kita bersih-bersih saja, DLH menggunakan armada dan tenaga yang ada. Setelah pekerjaan rutin, kita minta bantuan untuk membersihkan lokasi ini,” katanya.
Selain membersihkan puing dan sampah, Pemkot Cilegon juga melakukan pengurasan air yang menggenangi basement gedung. BPBD diterjunkan dengan pompa untuk menyedot air yang selama ini merendam area bawah gedung.
“Teman-teman dari PU dan BPBD sudah mengeluarkan pompa karena ternyata basement penuh dengan air. Sedikit demi sedikit kita kuras agar nantinya bisa dimanfaatkan,” ujar Aziz.
Namun demikian, proses pengurasan air masih menghadapi kendala. Aziz menyebut, saluran drainase milik Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) yang berada di sekitar lokasi tidak berfungsi optimal sehingga masih terjadi genangan.
“Memang ada kendala. Drainase milik BPJN ternyata tidak berfungsi, sehingga masih ada genangan,” ungkapnya.
Editor Bayu Mulyana











