PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Pandeglang menargetkan peningkatan produksi perikanan tangkap sebesar 10–15 persen pada 2026. Jika target maksimal tercapai, produksi ikan tangkap diproyeksikan menembus 42.550 ton.
Kepala Dinas Perikanan Pandeglang Uun Junandar mengatakan, target tersebut disusun dengan mempertimbangkan potensi laut, kapasitas nelayan, serta dukungan program pemberdayaan dan hilirisasi perikanan.
“Produksi perikanan kita dalam beberapa tahun terakhir cukup baik. Pada 2024, perikanan tangkap mencapai sekitar 37.000 ton, perikanan budidaya air tawar 27.000 ton, dan hasil olahan perikanan sekitar 3.300 ton,” kata Uun Junandar kepada Radar Banten, Kamis 8 Januari 2026.
Uun menjelaskan, data produksi perikanan tahun 2025 saat ini masih dalam proses rekapan dan validasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang. Ia berharap seluruh data tersebut rampung pada akhir Januari 2026.
“Untuk 2026, kami menargetkan kenaikan produksi sekitar 10 sampai 15 persen, atau di kisaran 40.700 hingga 42.550 ton,” ujarnya.
Menurut Uun, target kenaikan tersebut didorong oleh berbagai program yang telah dijalankan sepanjang 2025. Di antaranya pelatihan peningkatan kapasitas nelayan, termasuk aspek keselamatan melaut, serta bantuan sarana produksi seperti mesin kapal dan alat tangkap ikan.
“Bantuannya bersumber dari anggaran kabupaten, provinsi, maupun pemerintah pusat. Program-program ini menjadi tolak ukur agar hasil tangkapan nelayan bisa meningkat,” jelasnya.
Selain perikanan tangkap, Diskan juga menargetkan peningkatan produksi perikanan budidaya, dengan komoditas unggulan ikan nila dan lele. Namun demikian, Uun mengingatkan bahwa pencapaian target sangat bergantung pada kondisi cuaca.
Perikanan tangkap di Pandeglang umumnya hanya bisa dilakukan maksimal 8–10 bulan dalam setahun, terutama karena musim barat dan pancaroba yang terjadi pada September hingga Desember.
“Kalau cuaca ekstrem, nelayan kami imbau tidak memaksakan diri. Keselamatan tetap menjadi prioritas,” ucapnya.
Terkait sarana dan prasarana, Uun mengakui masih ada keterbatasan, terutama kondisi pelabuhan dan tempat pelelangan ikan (TPI). Meski begitu, pemerintah pusat telah membangun fasilitas pendukung melalui program Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Cikiruhwetan, Kecamatan Cikeusik, sebagai proyek percontohan.
“Program ini mencakup bantuan alat tangkap, mesin kapal, dan sarana pendukung lainnya untuk meningkatkan produksi sekaligus kesejahteraan nelayan,” pungkasnya.
Editor Bayu Mulyana











