SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Intensitas hujan deras yang mengguyur wilayah Provinsi Banten selama dua hari terakhir, Sabtu hingga Minggu (10–11 Januari 2026), memicu bencana banjir di sejumlah daerah. Berdasarkan laporan BPBD Provinsi Banten, sedikitnya 343 rumah warga dilaporkan terendam air.
Banjir melanda empat wilayah, yakni Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, dan Kota Serang. Selain permukiman, luapan air juga merendam beberapa ruas jalan utama sehingga akses transportasi sempat lumpuh di sejumlah titik.
Luapan Sungai Jadi Pemicu
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, menyampaikan bahwa banjir dipicu meluapnya sejumlah aliran sungai yang tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi.
Salah satu titik krusial adalah Sungai Cilemer yang meluap dan berdampak pada wilayah Pandeglang. Saat ini, personel BPBD telah diterjunkan ke lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan pemantauan dan penanganan darurat.
“Kami terus melakukan monitoring secara intensif dan menyiagakan personel di lokasi terdampak untuk memastikan keselamatan warga,” ujarnya.
Kabupaten Serang Terdampak Paling Parah
Dari hasil pendataan sementara, Kabupaten Serang menjadi wilayah dengan dampak terluas. Sebanyak 220 rumah warga tergenang banjir dengan ketinggian air berkisar 15 hingga 70 sentimeter. Petugas di lapangan masih bersiaga untuk mengantisipasi potensi kenaikan debit air susulan.
Angin Kencang di Lebak
Selain banjir, cuaca ekstrem juga memicu angin kencang di Kabupaten Lebak. Sebuah rumah warga di Kecamatan Wanasalam dilaporkan mengalami rusak berat. Tidak ada korban jiwa, namun pemilik rumah dan keluarganya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
BPBD Banten mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi susulan, mengingat kondisi cuaca di awal tahun 2026 masih fluktuatif.*
Editor : Krisna Widi Aria











