SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang berencana meningkatkan status kebencanaan dari siaga bencana menjadi darurat bencana.
Hal ini menyusul semakin meluasnya daerah-daerah yang terdampak bencana di Kabupaten Serang.
Saat ini, ada 18 jecamatan yang terdampak akibat banjir dan beberapa kecamatan yang mengalami tanah longsor dan angin kencang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana mengatakan, berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, sudah ada 18 kecamatan yang terdampak banjir.
Dengan semakin meluasnya wilayah yang terdampak bencana di Kabupaten Serang, Pemkab Serang akan meningkatkan status kebencanaan dari siaga bencana ke darurat bencana.
“Dengan peningkatan status ini maka mulai berlaku peraturan-peraturan terkait dengan penggunaan BTT untuk kebencanaan,” katanya, Sabtu, 17 Januari 2026.
Zaldi mengatakan, peningkatan status akan berlaku mulai pada pekan depan dan akan berlaku selama 14 hari.
“14 hari kemudian kalau seandainya situasinya masih diperlukan tanggap darurat, maka berlanjut 14 hari. Kalau tidak, maka 14 setelah itu menjadi masa transisi, masa rekonstruksi, dan rehabilitasi kondisi yang terjadi sekarang,” ujarnya.
Zaldi mengatakan, adanya peningkatan status kebencanaan dimaksudkan agar proses penanganan dampak akibat banjir bisa dilakukan secara optimal.
Pihaknya pun mengaku telah melakukan pendataan terhadap kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir.
“Jadi kita sudah mulai konsolidasi kebutuhannya apa saja termasuk tadi kebutuhan sembako, kebutuhan obat-obatan juga, kemudian kebutuhan alat berat. Untuk normalisasi beberapa titik terkait dengan tadi penyelesaian cepat dari kondisi banjir,” ujarnya.
Ia mengatakan, saat ini juga masih ada masyarakat yang mengungsi di Kecamatan Padarincang akibat tanah longsor yang terjadi di Gunung Kaupas.
“Masih ngungsi karena hasil asesmen dari ESDM ini masih berbahaya, masih labil tanahnya apabila masyarakat kembali. Artinya untuk jangka panjangnya kami juga mulai merencanakan kalaupun relokasi ini relokasi seperti apa dan ke mana tempatnya,” ujarnya.
Untuk itu, perlu dilakukan penanganan segera dengan peningkatan status kebencanaan sehingga penanganan yang dilakukan bisa optimal.
“Sudah dua hari ini seluruh kepala OPD sudah turun ke semua kecamatan untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat sekaligus mereka juga mengevaluasi untuk mengumpulkan data,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











