PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang melaksanakan aseamen kaji cepat atas kejadian bencana tanah bergerak atau bergeser melanda Kampung Batu Jaya, Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang.
Asesmen berlangsung pada hari Minggu, 18 Januari 2026 siang.
Adapun waktu kejadian awal itu pada hari Kamis, 14 Januari 2026 pada pukul 20.15 WIB. Kemudian tanah bergeser semakin melebar pada hari Sabtu, 17 Januari 2026.
Kabid Kedaruratan dan Logistik pada BPBDPK (Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran) Kabupaten Pandeglang Lilis Sulistiati mengatakan, bencana tanah bergeser akibat oleh curah hujan yang tinggi.
“Curah hujan tinggi mengguyur sekitaran wilayah Kecamatan Cikeusik. Sehingga menyebabkan bencana pergeseran tanah,” katanya, Minggu, 18 Januari 2026.
Pergeseran tanah melanda Kampung Batu Jaya, Desa Umbulan Kecamatan Cikeusik. Sebanyak enam unit bangunan rumah warga kena dampak.
“Adapun hasil asesmen Tim Reaksi Cepat BPBDPK bahwa dari enam unit rumah, satu rusak berat,” katanya.
Rumah yang mengalami rusak berat itu milik Mesi dan rusak sedang milik Ropi. Lalu empat rumah lainnya yaitu milik Agus, Darpan, Dedi dan Sanita mengalami rusak ringan.
“Sebagian pemilik rumah sudah mengungsi ke tempat aman. Ke rumah sodara,” katanya.
Kebutuhan dasar bagi korban tanah bergeser ialah bahan material bangunan.
“Ini hasil asesmen TRC BPBDPK, aparatur desa dan relawan KSB,” katanya.
Sekretaris BPBDPK Kabupaten Pandeglang Nana Mulyana menambahkan, selain melakukan asesmen, TRC BPBDPK menyalurkan bantuan.
“Sesuai perintah dari Ibu Bupati untuk melakukan langkah cepat melakukan asesmen untuk keamanan warga dan menyalurkan bantuan,” katanya.
Editor Daru











