SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Serang menegaskan sikap mendukung kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW PPP Banten Baihaki Sulaiman, dibandingkan Subadri Ushuludin.
Sikap tersebut menyusul keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP yang secara resmi mencopot Subadri Ushuludin dari jabatan Ketua DPW PPP Banten serta Fauzi Rully dari posisi Sekretaris DPW PPP Banten.
Pencopotan itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) DPP PPP Nomor 0031/SK/DPP/W/I/2026 tentang penunjukan Pelaksana Tugas Ketua dan Sekretaris DPW PPP Banten.
Dalam SK tersebut, DPP PPP menunjuk Baihaki Sulaiman sebagai Plt Ketua DPW PPP Banten dan Ida Hamidah sebagai Plt Sekretaris DPW PPP Banten.
SK itu ditandatangani langsung oleh Ketua Umum DPP PPP Muhammad Mardiono dan diserahkan di Kantor DPP PPP, Jakarta, Jumat 30 Januari 2026.
Ketua DPC PPP Kota Serang, Uhen Zuhaeni, mengatakan keputusan DPP PPP merupakan hal yang wajib diakui dan dipatuhi oleh seluruh kader partai.
“Sebagaimana kita ketahui bersama, hasil PTUN di PN Jakarta yang menguatkan kepemimpinan Ketua Umum Pak Mardiono dan Sekjen Taj Yasin itu harus kita akui dan patuhi. Apalagi keputusan tersebut juga telah disahkan oleh Kemenkumham,” ujar Uhen kepada Radar Banten, Senin, 2 Februari 2026.
Ia menegaskan, DPC PPP Kota Serang secara tegas mendukung kepemimpinan Plt Ketua DPW PPP Banten Baihaki Sulaiman.
“Ya, saya mendukung Plt Pak Baihaki,” tegasnya.
Dia juga tak ambil pusing terkait permasalahan di internal DPP PPP yang dinilai oleh kubu Subadri masih belum sepenuhnya selesai, seperti penyempurnaan AD/ART dan penataan kepengurusan DPH, Uhen menilai hal tersebut merupakan kewenangan penuh DPP PPP.
“Itu tugas DPP untuk menyelesaikannya. Bukan wilayah kami di daerah,” katanya.
Menurut Uhen, dalam sistem demokrasi setiap pihak memang berhak menyampaikan pendapat. Namun, keputusan resmi partai tetap harus dijalankan oleh seluruh kader.
“Setiap orang boleh berpendapat, itu wajar dalam demokrasi. Tapi keputusan partai harus kita jalankan,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, proses penyempurnaan AD/ART dan konsolidasi kepengurusan merupakan bagian dari langkah perbaikan internal partai.
“Namanya juga hasil islah, pasti ada keinginan atau usulan dari kedua belah pihak yang harus dituntaskan oleh DPP,” jelasnya.
Uhen berharap dinamika internal PPP segera berakhir agar partai tetap kondusif, terutama menjelang tahapan verifikasi partai politik di akhir tahun.
“Kami di bawah ini ingin partai kondusif untuk menjaga marwah partai. Capek kalau ribut terus. Kader harus patuh pada keputusan partai,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak yang masih memiliki perbedaan pandangan untuk menyelesaikan persoalan secara musyawarah dan damai.
“Penyempurnaan itu bagian dari perbaikan untuk membesarkan partai. Bagi yang belum puas, selesaikan secara musyawarah mufakat, damai, tanpa kekerasan,” pungkasnya.
Reporter: Nahrul Muhilmi











