TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Penjualan perumahan di Banten terus meningkat. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat lapangan usaha real estate di Banten tumbuh 5,94 persen secara (YoY) menunjukkan ekspansi yang kuat, meningkat dari 3,57 persen pada tahun 2024.
Kepala Kantor BI Provinsi Banten Ameriza M Moesa mengatakan, pasar didorong oleh meningkatnya permintaan hunian tapak dan perumahan bersubsidi.
“Realisasi pembangunan program nasional 3 juta rumah di Banten mencapai 16.331 unit hingga Oktober 2025, serta proyek skala besar yang terus berjalan di Tangerang Raya,” ujar Ameriza saat Taklimat Media di salah satu rumah makan di Kabupaten Tangerang, Kamis, 12 Februari 2026.
Kata dia, penjualan properti tercatat membaik sebesar 27,80 persen (YoY) dan harga jual tanah juga meningkat. “Itu mencerminkan pasar yang masih dinamis dan menarik bagi konsumen maupun pengembang,” terangnya.
Ia memaparkan, permintaan hunian tapak dan perumahan bersubsidi meningkat, terlihat dari penjualan ratusan unit pada REI Banten Property Expo 2025.
“Proyek skala besar terus berjalan di kawasan Tangerang Raya, menjaga momentum pasar real estate,” ujar Ameriza.
Ia mengatakan, lapangan usaha real estate menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan ekonomi dari sisi lapangan usaha.
Selain lapangan usaha real estate, perdagangan juga menunjukkan kinerja yang stabil dengan pertumbuhan positif yakni 4,61 persen (YoY). Angka itu tumbuh lebih tinggi dari tahun 2024 sebesar 4,32 persen.
“Aktivitas ritel dan penjualan barang tahan lama membaik, didorong oleh pemulihan konsumsi rumah tangga dan momentum musiman HBKN serta Natal-Tahun Baru. Secara keseluruhan, sektor ini tetap menunjukkan tanda pemulihan yang konsisten dan stabilitas dalam penjualan,” terang Ameriza.
Tak hanya itu, lanjutnya, lapangan usaha transportasi dan pergudangan di Banten tumbuh kuat. Kinerja ini didorong oleh meningkatnya penumpang penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta, pertumbuhan kargo udara hingga 27,57 persen (YoY), serta lonjakan perjalanan wisatawan nusantara dan mancanegara.
Aktivitas kereta api, angkutan AKAP-AKDP, dan penyeberangan Pelabuhan Merak juga meningkat, menegaskan bahwa sektor ini menunjukkan pemulihan yang kuat dan permintaan transportasi yang terus meningkat di akhir tahun.
Sementara pertumbuhan yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan kunjungan wisatawan nusantara dari dari 2 persen (YoY) menjadi terkontraksi sebesar -12.1 persen (YoY).
Editor Daru











