KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Jaringan Relawan Rudi Maesyal (JAWARA) untuk Tangerang resmi membubarkan diri.
Diketahui, komunitas relawan ini sebelumnya dideklarasikan pada 10 Maret 2024 di Kecamatan Rajeg, dengan tujuan mendorong dan mendukung pencalonan Maesyal Rasyid sebagai Bupati Tangerang periode 2025-2030.
Pendiri Relawan Jawara Tangerang, Imam Fachrudin mengatakan bahwa pembubaran ini dilakukan setelah hampir satu tahun pasca terpilihnya Maesyal Rasyid sebagai Bupati Tangerang, relawan JAWARA ini pernah tidak pernah mendapatkan pembinaan maupun pemberdayaan dari pihak yang didukungnya.
“Nah, kurang lebih satu tahun sejak Pak Maesyal terpilih menjadi Bupati Tangerang, relawan ini tidak diberdayakan, bahkan disentuh pun juga tidak,” ujar Imam, Rabu 25 Februari 2026.
Imam juga menerangkan bahwa peran relawan dalam kontestasi politik sangatlah penting, khususnya dalam membangun pengaruh sosial dan memperluas jaringan dukungan saat Pilkada berlangsung.
Makanya kata Imam, kontribusi relawan yang didirikannya seolah-olah tidak dimaknai secara strategis setelah kemenangan diraih.
“Kita ini memang bukan mesin politik seperti partai, namun kita punya andil besar dalam memberikan political influence yang sangat berpotensi memengaruhi partisipasi masyarakat,”terang Imam.
Imam kembali menegaskan, bahwa keputusan pembubaran relawan JAWARA ini diambil setelah melalui pertimbangan matang.
“Saya kira satu tahun sudah cukup melihat situasi dukungan kita yang tidak dimaknai dan tidak diartikan sebagai bagian dari potensi yang ada di sekitar kekuasaan.”ujarnya.
Imam juga menyebut bahwa relawan JAWARA bukanlah relawan yang manja, dan bukan juga relawan duafa.
Karena isi dari relawan JAWARA ini dihuni oleh berbagai kalangan, seperti kalangan para pengusaha, advokat, kaum milenial dan berbagai profesi lainnya.
“Banyak juga relawan JAWARA ini dihuni oleh pengusaha UMKM, dan mereka juga perlu pembinaan dan pemberdayaan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang yang dalam hal ini dimotori oleh Bupati Tangerang,” cetusnya.
Reporter: Mulyadi
Editor: Agung S Pambudi











