LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak akan terus memberikan perhatian dan perlindungan terhadap keberadaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Lebak.
Dimana PMI merupakan pahlawan dan pekerja tangguh, tidak saja bagi dirinya, bagi keluarga, bahkan menjadi sosok pahlawan negara, sebagai penghasil devisa bagi negara.
“Pemkab lebak terus berusaha dengan sekuat tenaga untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi para pekerja imigran,” kata Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lebak Rully Chaeruliyanto, Sabtu 28 Februari 2026.
Ia juga mengingatkan agar para calon PMI asal Lebak sebelum berangkat untuk terus meningkatkan keterampilannya sehingga dapat bekerja secara peofesional sesuai pekerjaannya masing-masing.
Sehingga dapat bekerja secara nyaman, aman dan dapat kembali ke rumahnya masing-masing dalam keadaan sehat dan semakin sejahtera.
“Kepada para calon pekerja migran yang ingin bekerja di luar negeri, taati peraturan sesuai prosedur, tingkatkan keterampilan dan jauhkan dari cara-cara percaloan yang dapat merugikan para calon pekerja imigran,” ujarnya.
Ia menambahkan, Arab Saudi menjadi negara favorit warga Lebak yang menjadi PMI pada tahun 2025. Dari 351 warga yang berangkat menjadi PMI, 199 diantanya bekerja di Arab Saudi.
Berikutnya Taiwan menjadi favorit kedua dengan 38 orang PMI dan ketiga Malaysia dengan 29 orang PMI.
Para tenaga kerja migran asal Lebak itu bekerja di 16 negara mulai di Benua Asia dan Eropa antara lain Arab Saudi, Brunai, Bahrain, Brunai Darusalam, Hongkong, Jepang, Korsel, Kuwait, Malaysia, Qatar, Singapura, Slovaqia, Taiwan, Turki, Uni Emirat Arab, Yordania dan Zambia. Mereka berkerja di berbagai propesi.
Pekerja asal Lebak itu bekerja di sektor formal, seperti lansia, perawat rumah sakit, pengemudi, salon aksesoris kendaraan, penjaga toko, pabrik dan perbengkelan,” ujarnya.
“Laki-laki menjadi paling tinggi menjadi PMI mencapai 212 PMI. Sementara perempuan sebanyak 139 PMI. Kebanyak mereka berangkatnya perseorangan menjadi PMI-nya dibanding dengan menggunakan jasa Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI),” ujarnya.
Editor Daru











