SERANG,- RADARBANTEN.CO.ID- Menjelang arus mudik tahun 2026, kondisi jalan raya Serang-Jakarta tepatnya di ruas jalan Ciruas hingga Cikande cukup memperihatinkan.
Pasalnya jalur yang biasanya dilakui oleh pengendara sepeda motor maupun roda empat yang akan menuju ke pelabuan Merek tersebut terdapat banyak titik-titik yang berlubang hingga bergelombang.
Diketahui sepanjang jalan raya Serang-Jakarta tepatnya dari Kecamatan Ciruas hingga Cikande, terdapat dua jenis jalan, terdiri dari jalan beton hingga jalan aspal.
Umumnya, kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang terjadi di jalan aspal yang tersebar mulai dari Kecamatan Ciruas hingga ke Cikande.
Pantauan di lokasi, sepanjang jalan Ciruas hingga Cikande terdapat banyak titik-titik jalan yang berlubang dengan diameter yang kecil hingga besar.
Di beberapa titik seperti Ciruas, lubang jalan ditutup dengan menggunakan batu krikil hingga batu bata guna mengantisipasi agar tidak terjadi kecelakaan. Namun hal itu tidak merata dan hanya dilakukan di beberapa titik saja.
Terpantau, kondisi jalan yang memiliki kerusakan paling parah berada di Kecamatan Keragilan, tepatnya di Desa Sentul. Lapisan aspal terlihat terkikis dan mengalami kerusakan yang sangat parah. Selain itu, kerusakan di sepanjang jalan Kragilan hingga ke Kecamatan Cikande.
Salah seorang warga Kragilan, Ramdan mengatakan, kerusakan yang terjadi di jalan tersebut symudah terjadi cukup lama. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena membahayakan sekaligus mengganggu aktifitas warga.
“Sudah lama, makanya saya berharap agar jalan ini bisa segera diperbaiki karena akan digunakan oleh pemudik yang akan menuju ke sumatra,” katanya, Minggu 1 Maret 2026.
Selain banyaknya titik yang berlubang, Ramdan mengatakan jika kondisi jalan raya Serang-Jakarta juga banyak yang bergelombang sehingga membahayakan bagi pengendara.
Untuk itu, ia pun menghimbau kepada para pengendara khususnya pemudik yang akan melalukan jalur tersebut agar berhati-hati saat melakukan perjalanan.
“Harus berhati-hati, usahakan tetap fokus saat berkendara sehingga bisa sampai di kampung halaman dengan selamat,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











